Senin, 23 September 2013

Merubah Tulisan Orang Lain

Iseng,,, tiba - tiba anak SMA minta diketikkan dan di traslate ke bahasa Inggris (aduuuuuh, tanda - tanda apa ini, anak - anak sekarang malas sekali membuka kamus, malah memilih google yang bahasa inggrisnya acak-acakkan). Kok tulisannya kaya gitu yah, (pikir dalam hati, jaman dulu pas ada tugas seperti itu tugasku ngak seperti itu susunan kalimatnya)
Nah tulisannya seperti dibawah ini, yang menjadi pikiran saya adalah, kehidupannya seperti putaran jam, harus tepat jam sekian mengerjakan tugas ini,


Kadang kadang saya bangun pukul 04.30, lalu saya merapikan tempat tidur. Setelah itu aku mengambil air wudhu dan sholat Subuh. Pukul 05.00 saya menyapu halaman depan rumahku. Lalu saya mandi pukul 05.30. Setelah itu aku mempersiapkan buku – buku yang harus kubawa kesekolah. Aku sarapan pukul 06.15 bersama kakak perempuanku, adik – adikku dan orang tuaku.
Pukul 06.30 aku berangkat sekolah. Aku berangkat sekolah naik bus, perjalanan dari rumah ke sekolah hanya 10 menit. Terkadang aku bertemu sahabat baikku didalam bus.
Jam 07.00 bel berbunyi, aku dan teman – temanku membaca Al Quran bersama dalam waktu 10 menit. Pukul 07.10 kita mulai pelajaran seperti biasa. Istirahat jam pertama, saya dan teman – teman ke masjid untuk sholat dhuha, apabila waktu istirahat masih ada, aku dan teman – temanku pergi kekantin untuk membeli makanan, karena kita lapar setelah pelajaran / belajar.
Istirahat ke dua aku pergi ke masjid untuk sholat dhuhur bersama. Pukul 13.45 saya pulang, sesampai dirumah, saya meletakkan tasku dan mengganti bajuku, setelah itu saya makan sambil menonton televise. Setelah itu aku bekerja menanam bulu mata. PUkul 03.00 aku sholat ashar, lalu melanjutkan pekerjaanku. Setelah pekerjaanku selesai, aku menyapu rumah dan mencuci piring, selanjutnya mandi
Pukul 17.00 aku duduk – duduk bersama kakak perempuanku sambil menunggu adzan magrib. Saat magrib tiba, kami sholat bersama.
Pukul 18.30 aku belajar sampai pukul 21.00 sebelum tidur saya sholat isya. Setelah itu aku mendengarkan music dan sms sampai tertidur
 Nah kalau saya yang bikin tugas pasti bakal seperti ini,
Kehidupan ini sangat menjemukan, setiap hari melakukan hal yang sama. Tidur, berangkat sekolah, belajar, pulang, tidur dan seterusnya. Saya awali dengan bangun tidur sekitar pukul 05.30, dilanjutkan mandi,membantu membuat sarapan,dan memeriksa kembali buku untuk sekolah hari ini. Biasanya 06.15 saya sudah selesai makan pagi dan bersiap untuk pergi sekolah. Dari rumah kesekolah selalu saja menggunakan kendaraan umum, dari  sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas selalu saja menggunakan mobil public ini. Meski begitu saya menikmatinya, terkadang sambil mengobrol ringan bersama teman, atau membaca ulang bahan untuk ulangan hari ini.
Sekolah dimulai pukul 07.00, guru datang, mengabsen siswa dan mulailah pelajaran. Hal yang membosankan selama 10 tahun belakangan. Pelajaran yang saya sukai adalah matematika ketika awal belajar, serasa otak kita masih lancar tuk menghapal rumus. Pukul 09.15, waktunya istirahat pertama, sering kali siswa menghabiskan waktunya di kelas saja, mereka hanya membahas tentang materi tadi atau materi yang lain. Barulah pada istirahat kedua hampir seluruh siswa meninggalkan kelas, pergi ke kantin, sholat, atau sekedar bergabung dengan teman beda kelas. Pukul 01.30 waktu yang paling ditunggu, waktunya untuk pulang. Namun bagi mereka yang mengikuti kegiatan tambahan atau ada rapat kelas akan tetap tinggal disekolah. Jam pulang setiap siswa terkadang berbeda dengan temannya, hampir seluruh siswa pulang jam 01.30, tapi tak sedikit yang pulang sore.
Dari waktu pulang sampai sore hanya kugunakan untuk makan, tidur, dan membaca buku. Ketika pukul 05.00 barulah saya mandi dan merawat bunga – bunga disamping rumah. Saya mulai membuka buku kembali pukul 19.00, belajar dengan serius dan mengerjakan tugas untuk esok hari. Terkadang hal ini sangat membosankan dan saya menonton televise untuk mengalihkannya. Tepat pukul 21.00, saya berangkat tidur. Jam sekian seluruh keluarga sudah masuk kamar, demikian didikan keluargaku.

  Entahlah mana yang lebih baik, terkadang tulisan orang lain ada yang lebih bagus dari kita, tapi terkadang ada pula tulisan orang lain terasa aneh bagi kita. Semua tergantung dari pemikiran masing - masing orang...
Selamat malam

Jumat, 13 September 2013

"Sudi Mampir", Mie Pangsit Purbalingga

Bagi yang cari makan di Purbalingga, bisa jadi salah satu rekomendasi nih...
"Sudi Mampir" kalo diartiin ke bahasa Indonesia bersedia berkunjung, gak sempet nanya kenapa namanya seperti itu, mungkin pemiliknya berharap orang - orang bersedia untuk datang ke kiosnya menikmati mie ayamnya. Maybe, just my opinion...

Apalagi untuk penggemar mie ayam, salah satu mie ayam ini harus dicoba, Tak seperti mie ayam di Purbalingga lainnya, disini kuah sama mienya dipisah, jadi bisa disesuain sama selera. Soal bumbu, pas deh, ngak terlalu berasa rasa mericanya, dan ngak terlalu minyaknya. Kalo mie ngak gampang putus, lembut, kemudian dikasih taburan ayam dan pangsit goreng. Didalamnya juga ada pangsit isi potongan daging ayam,,
Seporsi mie dihargai 7.500 rupiah, kalo es teh 2 ribu. Dijamin kenyang makan seporsi,,

Kalo bisa jangan datang pas jam makan siang, karena biasanya penuh dengan karyawan pabrik rambut disekitar kios ini. 
Lokasinya di depan Indorisky (bekas sepertinya secara sekarang udah bangkrut dan tutup),

Sebagai tulisanku tentang kuliner dan jelajah Purbalingga, semoga dilain waktu bisa nyari makanan lain khas Purbalingga dan bisa jadi tulisan yang berguna..

Purbalingga (kala) Pagi

Dari judulnya udah ketahuan kalau ini suasana Purbalingga saat pagi. Berawal dari bersepeda ngak jelas arahnya, rutenya seenaknya kaki mengayuh pedal sepeda. Sesekali mencoba untuk mencari sudut lain di kota kecilku ini, ternyata sangatlah indah, sepi suasana jalanan, udara yang belum begitu tercampur polusi motor, juga belum terasa sengatan matahari yang panas.


Dari jembatan klawing kearah Kaligondang, dari sini kelihatan pucuk Slamet yang membisu



Kalo yang ini, pabrik rambut, rajin banget mereka hari minggu masih berangkat kerja
,



Salah satu kenangan masa lalu, dulu sering banget lewat sini karena masuk jalur angkutan umum, tapi sekarang udah ditutup dan hanya dilalui warga sekitar. 



Salah satu sekolah TERFAVORIT dikota Purbalingga, sekarang udah pesat banget pembangunannya, 4 tahun lalu belum seperti ini.


Yang ini lagi kesasar di Keponggok, disamping SD sebelum turunan, dulu sering banget ke lapangan samping SD buat pelajaran olahraga.




Kalau yang ini semua dari sisi Toyareka,, hamparan sawah yang menghijau menyejukan mata, keheningannya membuat kita tenang berlama - lama bersepeda disini.


Kamis, 12 September 2013

Kembali


Setelah lama entah kemana, rasanya saya tidak kemana - mana tapi entah kemana saya pergi dari dunia kemayaan ini. (Haduh bahasanya jadi aneh...
Akhirnya saya punya kesempatan untuk kembali, kembali untuk bisa menulis lagi diblog ini. Semoga saya bisa lebih sering menulis disini,,


Kamis, 25 Juli 2013

Sekar Arum #1

Rintik hujan kian menderas, semakin banyak tetesan air langit yang menghujam bumi. Begitu menyentuh tanah, kan terasa bau tanah menyengat, bersama butiran debu yang menghilang. Dalam sekejap membuatnya menjadi genangan air disana sini. Sebelum menyentuh tanah hujan telah menyentuh daun terlebih dahulu, menghapus debu diatas hijaunya daun, kemudian tetesnya menimpa daun, sebagian jatuh ke tanah sebagian dapat bertahan diatasnya. Daun tak hanya basah, tapi juga tergoyangkan oleh angin. Angin pula yang dapat menerbangkannya daun kering entah kemana, bahkan bisa terbang sangat jauh dari asalnya Angin dan hujan memang sedang menimpa bumi, dengan angkuhnya tak ada yang menghentikan kecuali Sang Pemilik Waktu. Angin dan hujan adalah sama, kadang membawa berkah, disisi lain mendatangkan musibah.
Dalam kegauluan alam ini terdapat dua insan manusia yang sedang berdiri dalam diamnya dunianya masing - masing. Dalam pertempuran alam ini, terdapat pertempuran insan manusia pula. Bila disisi alam hujan yang lah menang, hujan mudah sekali menyentuh tanah, dan tanah tak akan pernah sanggup menepis rintik hujan. Berbeda dengan pertarungan ini, dua ksatria negri ini, sama sama berpihak pada negara, hanyalah sebuah selisih membuat mereka saling berhadapan ilmu dan pedangnya.
Seorang ksatria perempuan muda, Sekar Arum biasa ia dipanggil. Meski perempuan, tak menyurutkan niatnya tuk berkelana di dunianya para lelaki, dunia yang penuh dengan kekerasan. Sorot matanya yang tegas menandakan setiap langkah yang diambil tak akan pernah dibelokkan lagi. Kulitnya kuning langsat, meski ia sering kali berjemur dibawah terik matahari, tak seperti para perempuan pasar yang kulitnya menghitam karena terbakar oleh sang matahari. Tubuhnya hampir sempurna, tinggi, badannya terlihat ringan bila dibawa lari, tak ada tumpukan lemak disekujur tubuhnya. Tak hanya itu perangainya juga seperti seorang putri, tak pernah ia membedakan antara tani, teman sesama ksatria, bangsawan atau sekalipun kuli. Setiap yang memerlukan bantuannya pastilah dengan senang hati membantu. Tak peduli itu gerombolan pencuri kelas teri atau pejabat istana yang korup pasti sudah ia babat habis dengan ilmu dan pedangnya. Kecantikan tubuh, perangainya yang baik dan kepandaiannya mengolah ilmu dan pedang membuatnya digadang - gadang sebagai salah satu ksatria perempuan terhebat dinegri ini.
Dalam keadaan perang pun, perasaan dan mata batinnya Sekar Arum bisa merasakan selain ia dan sang lawan didepannya terdapat orang lain yang sedang mengintai mereka. Ia dapat meraba getaran hitam yang disalurkan lewat angin, getaran hitam yang semakin lama semakin menguat melingkupi areal pertempuran ini. Sementara hujan dan angin yang makin menjadi tak menyurutkan niatnya tuk mengakhiri pertempuran.
"apa yang kau tunggu, bukankah pedangmu sudah haus?" tanya sang lawan, seorang ksatria lelaki
Tak ada jawaban dari Sekar Arum, hanya segaris senyum datar yang mungkin tertutup oleh hujan yang lebat. Makin ditajamkannya pandangan mata dan mata batinnya, sementara tangannya makin memegang kuat pedangnya.Dengan mantap ia melangkah, tak ada lagi kata mundur dalam kamus Sekar Arum.
Sang lelaki tak bergeming, tak ada langkah maju apalagi mundur, hanya disambutnya langkah Sekar Arum dengan senyuman. Dengan pelan ditariknya pedang yang ringan dari punggungnya, sebuah mantra terucap dari mulutnya tanpa terdengar siapapun hanya pada sang angin ia mengutarakan niatnya. Dengan tangan kanannya, ia mantap memegang pedangnya, tersalurkan tenaga dari seluruh tubuhnya pada pedang tersebut. 
Sementara itu Sekar Arum makin mendekat, hanya tinggal 9 langkah dari sang lelaki. Pandangan mereka saling beradu...
'setttt' goresan pedang menyentuh daging manusia diiringi darah yang muncrat entah dari tubuh siapa.
Sang lelaki menundukkan wajahnya, tak kuasa ia menahan rasa dalam tubuhnya. Sementara Sekar Arum seakan berdiam sejenak, tapi ia langsung melangkah kembali. Tak mempedulikan musuhnya yang sedang menunduk.
Setengah berlari Sekar Arum menyongsong musuhnya, "jleebb" disusul sebilah pedang menembus perut manusia. Darah segar langsung keluar dari luka tersebut, mengalir ketanah bersama dengan air hujan.Sedetik kemudian, suara pedang jatuh ketanah, pedang yang masih bersih, tanpa darah setetes pun.
Dalam seketika Sekar Arum roboh, tak kuasa tubuhnya menerima dua luka sekaligus. Ya, ksatria perempuan telah kalah dalam pertempuran ini. Tubuhnya tak tahan lagi, luka sayatan pedang telah menyebarkan racun dalam tubuhnya, melalui media angin pedang ringan sang musuh mampu sampai pada musuh yang diucapkan sang empunya pedang. Belum lagi tusukan tepat dibagian perutnya, seluruh isi perutnya terasa ditarik keluar. Mau tak mau Sekar Arum harus mengakui ia telah kalah.
Tepat sebelum tubuh Sekar Arum menyentuh tanah, sang lelaki dengan cepat sudah menahan tubuhnya. Hendak dicabutnya pedangnya itu dari tubuh sang musuh yang juga kekasihnya. Tapi niatnya ditahan tangan Sekar Arum, ia sudah tak sanggup lagi tuk merasakan rasa sakit dari cabutan pedang dari perutnya.
Dalam keadaan genting seperti ni, nalurinya tetaplah berjalan, dirasaknnya getaran hitam yang makin mendekat. Ia yakin ada sesuatu yang sedang menuju kedirinya dan itu semakin mendekat. Dengan yakin pula ia merasakan getaran hitam dari arah belakang sang lelaki. Dengan tenaga terakhir di singkirkannya sang lelaki ke samping kanannya. Dengan cepat ia berdiri, menyongsong sebuah benda yang sedang melesat cepat dari arah rerimbungan pohon beringin. Terlihat rasa sakit dalam wajah cantiknya, dengan sangat berusaha menahan rasa didalam tubuhnya. Dalam sepersekian detik kemudian anak panah itu telah muncul, dengan cepat telah berhasil menyentuh kulitnya dan telah merasuk dalam dadanya. "jleb" untuk ketiga kalinya tubuhnya menerima benda tajam.
Sang lelaki segera menguasai dirinya lagi. Dilihatnya Sekar Arum yang menyambut anak panah racun dengan tubuhnya, dilihatnya lagi Sekar Arum terjatuh ketanah. Dengan bergetar ia berlari, menahan tubuh kekasihnya yang akan jatuh ketanah, Dipangkunya tubuh perempuan pemberani ini, matanya beralih pada rimbunan beringin tempat asal anak panah diluncurkan.
"bagaimana bisa aku bilang tidak mencintaimu.." kata sang lelaki sambil mengusap wajah Sekar Arum yang  basah karena hujan "bagaimana bisa aku membunuh orang kucintai,,, dan ternyata ia menyelamatkan diriku dan sebuah maut"" lanjutnya lagi..
#berlanjut.....