Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Pasar (Mini Kehidupan)

Pasar Segamas Purbalingga, berdiri disamping kantor polres Purbalingga dan terminal Purbalingga, termasuk dalam wilayah kecamatan Kalimanah. Sebenarnya ini adalah pasar Purbalingga yang dibangun beberapa tahun yang lalu, sebelum disini Pasar Purbalingga berada tepat dijantung kabupaten Purbalingga, tak jauh dari areal alun2, pendopo, masjid agung, rutan, komplek sekolah dan lainnya. Mengenai pembangunan dan pemindahan pasar ini dulunya sempat terjadi perbincangan antara yang pro dan kontra, tapi nyatanya sampai sekarang masih berdiri nih pasar.

 

Layaknya pasar dikota lainnya, Pasar Segamas (katanya singkatan dari Segitiga Emas) menjual aneka kebutuhan masyarakat Purbalingga. Dari sayur mayur yang masih segar, ikan, daging, tahu, tempe, bumbu dapur, makanan tradisonal, jajanan. Hingga baju, sandal, sepatu, tas dan lain sebagainya.






Ini yang kusuka, dari kacang kletik, klanting jawa, klanting suweng, makaroni, kacang umpet, peyek, sale pisang dan aneka jajanan khas Purbalingga bisa ditemuin, mau kiloan atau bal-balan sekalian bisa, harga bisa dinego,,



 

Dua yang menurutku paling menarik di pasar ini adalah, penjahit tradisional (gila jaman sekarang ternyata masih ada yang njahit diareal pasar seperti ini). Satu lagi yang paling menarik adalah gambar dibawah ini, penjual yang menjual alat tradisional yang namanya saja sudah kulupakan,, (kalo menurutku sih bonang namanya)..
Dia ahli banget mainan barang jualannya,, dari musik campursari sampai gending jawa dipamerankan pada pembelinya. Pokoknya yang lagi nyari alat musik tradisional Jawa seperti gambar dibawah, langsung saja meluncur ke Pasar Segamas Purbalingga disisi kanan pintu masuk utama..



Setuju sama pendapat orang bahwa pasar adalah miniatur, disini dapat kita temuin berbagai jenis orang dari ujung daerah, dengan bahasa yang terkadang berbeda, dengan umur dan sifat yang berbeda. Dipasar pula dapat kita temukan berbagai hal yang menarik, disini transaksi jual - beli barang maupun jasa berada. Meski terlihat kotor atau kumuh, tapi pasar tradisional itu tempat yang menarik, ada transaksi tawar menawar, meski banyak pedagang yang menjual barang yang sama mereka tak saling ngotot,, saling berbagi mencari sebuah rejeki dari Sang Tuhan.. Maka dari itu semoga pasar tradisional tak kalah dari toko modern, semoga pasar tradisional tetaplah ada..

Minggu, 20 April 2014

Inovasi dan Kreasi

 

Kenapa judulnya seperti itu?? Dan kenapa gambar pertama seperti itu??? Apa kaitannya antara kalimat judul dan gambar??? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang,,, (aduh.. bahasaku makin gak jelas..

Yang pasti gambar diatas ialah mendoan sosis, jadi mendoan diisi sama sosis atau sosis yang dibalut sama mendoan. Kalau mendoannya sendiri sih, sudah mendarah daging bagiku, siapa sih yang hidup di Purbalingga tapi belum pernah makan mendoan?? Tapi kalau mendoan sosis, di Purbalingga kayaknya gak ada yang jualan. Kalo roti mendoan sih sudah ada, tapi kalo mendoan sosis belum nemu deh..
Dari mana iseng bikin mendoan sosis, dibawah ini nih sumbernya, kemarin liat di youtube tentang usaha waralaba, ternyata pengusaha dari Tasik / Bandung lah yang awalnya bikin usaha ini. Kalo gak salah udah nyampe di Jakarta nih makanan waralaba. Unik, dia bisa ngembangin resep dasar mendoang menjadi rasa yang baru. Dan kreasinya bisa diterima oleh masyarakat luas, jadilah usahanya berkembang dengan pesat ditambah waralaba yang membuat usahanya berada dimana-mana.

  


Iseng - iseng bikin juga, meski hasilnya gak bisa sama persis dengan yang dijual, tapi puaslah udah bisa bikin mendoan sosis sendiri. Gak lagi ada rasa penasaran dalam hati, kalau pun penasaran semoga ada orang Purbalingga yang ngikut waralaba dan jualan di Purbalingga.
Kalo ada juga yang penasaran gimana bikinnya, intinya sih hampir sama seperti bikin mendoan, tapi tempenya diisi dengan sosis kemudian dilitkan, buat tambah kenceng diikat sama daun sayuran, trus digoreng deh..

Yang kudapat dari mendoan sosis selain tahu ternyata variasi mendoan ini juga enak dan cocok dilidah adalah makanan tradisional bila dikreasikan ternyata bisa menghasilkan juga. Sepertinya apaun itu bila kita berani melakukan hal yang berbeda dan yakin pasti akan ada jalannya. Jadi jangan takut untuk berkreasi, mungkin butuh banyak waktu dan percobaan tapi pasti ada hal baru yang mengejutkan..



Rabu, 16 April 2014

Dawet Hitam Kutoarjo ala Penaruban

  
Awalnya penasaran akan dawet hitam karena kebanyakan dawet di Purbalingga itu berwarna hijau (putih juga jarang, tapi pernah makan di Jogja). Ternyata beneran warna dawet ini hitam, kata penjualnya memang terbuat dari campuran merang, sisa dari pohon padi tapi yang sudah dibakar. Bahan - bahan tersebut diolah sedemikian rupa, hingga menyiptakan dawet yang enak, gak pait karena hitam, dan yang pasti manis.

Iseng - iseng beli ternyata lumayan juga lha buat minuman dikala panasnya siang hari. Berlokasi di sebelum SD N 1 Penaruban dawet ini baru buka selama satu minggu, tapi resep ini sudah berasal dari keluarga yang aslinya Kutoarjo. Manteep pokoke..



Jumat, 13 September 2013

"Sudi Mampir", Mie Pangsit Purbalingga

Bagi yang cari makan di Purbalingga, bisa jadi salah satu rekomendasi nih...
"Sudi Mampir" kalo diartiin ke bahasa Indonesia bersedia berkunjung, gak sempet nanya kenapa namanya seperti itu, mungkin pemiliknya berharap orang - orang bersedia untuk datang ke kiosnya menikmati mie ayamnya. Maybe, just my opinion...

Apalagi untuk penggemar mie ayam, salah satu mie ayam ini harus dicoba, Tak seperti mie ayam di Purbalingga lainnya, disini kuah sama mienya dipisah, jadi bisa disesuain sama selera. Soal bumbu, pas deh, ngak terlalu berasa rasa mericanya, dan ngak terlalu minyaknya. Kalo mie ngak gampang putus, lembut, kemudian dikasih taburan ayam dan pangsit goreng. Didalamnya juga ada pangsit isi potongan daging ayam,,
Seporsi mie dihargai 7.500 rupiah, kalo es teh 2 ribu. Dijamin kenyang makan seporsi,,

Kalo bisa jangan datang pas jam makan siang, karena biasanya penuh dengan karyawan pabrik rambut disekitar kios ini. 
Lokasinya di depan Indorisky (bekas sepertinya secara sekarang udah bangkrut dan tutup),

Sebagai tulisanku tentang kuliner dan jelajah Purbalingga, semoga dilain waktu bisa nyari makanan lain khas Purbalingga dan bisa jadi tulisan yang berguna..

Sabtu, 01 Juni 2013

Kuliner Purbalingga, BBC

Bancar Badhog Centre, merupakan salah satu tempat kuliner di Purbalingga. Badhog dalam bahasa jawa berarti makan, jadi arti dari Bancar Badhog Centre adalah pusat makanan di Bancar (kalo warga setempat sih biasa menyebut Pasar Badhog, pasar yang banyak menyajikan makanan. Terletak 1 km ke arah timur dari alun - alun Purbalingga, masuk dalam kelurahan Bancar, Kecamatan Purbalingga Wetan. Meski termasuk pasar kecamatan tapi ramainya tak kalah dengan Pasar Segamas, pasar pusat kota satria, apalagi dihari minggu. Para pembeli berjubel untuk mencari makanan asli Purbalingga setelah mereka berolah raga. Jam paling ramai dari jam 6 sampai 9 pagi. 



gerbangnya baru dibuat beberapa bulan kemarin

Layaknya pasar yang lain, disini menjual beragam barang dari sayur mayur, barang kebutuhan sehari hari, makanan siap saji, pakaian dan barang kelontong lainnya. Tapi setiap hari minggu dapat dijumpai makanan khas Purbalingga. Hal yang masih harus dilestarikan ditengah pasar global yang menyajikan makanan ala luar negeri. Dari gethuk, krekel (singkong dijemur lalu diolah), jiwel putih / hitam( singkong diparud lalu diolah mirip gethuk), kepok (nasi beras ketan berbentuk kepalan bulat), pipis(singkong diparut dicampur gula merah dan dikukus), kue serabi, cenil, lopis, dan masih banyak jajajnan tradisional. Tak hanya itu bisa dijumpai juga pecel (sayur bumbu kacang), kluban (sayur bumbu  empas kelapa muda), buntil pepaya, buntil lumbu, mendoan, brontak, dan lauk pauk lainnya.




Yang ingin ketempat ini dengan bersepeda bisa memutar lewat jalan S.Parman belok kanan diperempatan Kedungmenjangan terus mengikuti jalan, disepanjang jalan akan menghampar pesawahan dan tanaman kangkung yang menghijau. Jalan pedesaan yang sepi dan jarang dilewati mobil membuat jalan ini bisa dilalui dengan santai dan menikmati udara yang sejuk. Lelah bersepeda tingal belanja , cari makanan ala Purbalingga di Bancar Badhog Centre.



Yang mau menulusur kota kecil ini, atau berkunjung ketempat saudara, atau yang mau mendaki gunung Slamet bisa mencoba nikmatnya panganan ala  kota Perwira di sini. Dengan segenap hati saya siap untuk menunjukkan jalan dikota kaki gunung Slamet ini,,, mari kita jelajah Purbalingga yang masih belum terjamah ini..







Senin, 27 Mei 2013

Pepes Tahu Tongkol

Sebenarnya ngak niat ngepost masakan, tapi apa daya pikiran dan tangan menghendaki, jadilah setitik tulisan ini. Semoga berguna bagi kalian yang membutuhkan variasi olahan tahu, yah buat nambah ilmu pengetahuan tentang dunia pertahuan :) 

Pepes tahu merupakan variasi olahan tahu, bahannya gampang,  cara membuatnya mudah dan rasanya pun hampir semua orang menyukai. Kalo pepes tahu buatanku ini merupakan kreasi ibuku, setelah cari dibeberapa website makanan masih jarang yang membuat variasi pepes ini. 
Langsung aja kita dapur (kepasar dulu buat belanja, hehehe...

Yang perlu disiapin
Bahan yang diris tipis tipis
2 batang daun bawang
5 buah cabai hijau (bebas, boleh pake boleh tidak)
7 buah cabe rawit (kalo yang suka pedes bisa ditambah sesuai selera) 
Bahan yang dihaluskan
10 buah tahu putih atau kuning
5 buah bawang putih
5 buah bawang merah
7 buah cabai merah
1 sdt garam
1 bungkus penyedap masakan (royco atau masako)
Bahan pelengkap (boleh pakai, boleh tidak)
1/2 ons tongkol, suwir - suwir
kalo suka daun kemangi boleh ditambahkan juga
Bahan pembungkus
Daun pisang, ukurannya menyesuaikan 
Lidi kecil, buat penyematnya

Langkahnya :
1. Cuci bersih semua bahan. Iris daun bawang, cabe hijau, cabe rawit. Haluskan bahan halus seperti tahu, cabe merah, bawang putih, bawang merah dan garam.
2. Campur semua bahan, tambahkan bahan pelengkapnya. Tambahkan bahan penyedap masakan. Cicipi sedikit, kalo udah pas diamkan 3menit.
3. Ambil 2sendok makanan adonan yang telah dicampur, padatkan dalam daun pisang, dua sisinya dijepit dengan lidi kecil Lakukan hingga adonan habis.


4. Kukus selama 30menit. Sebenarnya pada tahap ini, pepes sudah matang dan bisa dinikmati.


5. Untuk membuang kadar airnya, bisa disanggrai atau dipanggang sebentar. Hal ini juga membuat pepes bertahan lebih lama, bisa sampai 2hari. Kurang lebih 15menit atau sampai dua sisi daun pisangnya cukup mengering


6. Tralala,, pepes siap disajikan,

Pepes bisa dinikmati sendirian, atau bisa juga sebagai lauk dengan nasi hangat. Rasanya pedas, asin pokoknya cukuplah sebagai lauk. Selamat mencoba, semoga berhasil...