Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Desember 2015

Purbasari (Wisata River World)

 
Dua pekan diakhir tahun adalah waktu yang pas untuk berlibur. Mulai dari 24-27 (Maulud Nabi, Natal, dan cuti bersama) dan 31-3 (libur tahun baru dan hari kejepit #maksa). Ada beberapa tempat liburan di Purbalingga yang layak direkomendasikan, dan beberapa yang masih sangat perawan belum terjamah oleh tangan pemerintah, ada juga yang harus diperbaiki disana sini biar tidak mengecewakan pengunjung yang datang. Salah satu perjalanan diwaktu lalu adalah gualawa-kebun strawbery (PBG) 
Kabar terakhir yang terdengar kawasan kebun strawbery dalam proses renovasi dan dibangun semacam patung (mungkin sebagai tanda atau ikon dari kawasan wisata tersebut). Kabupaten Purbalingga memang mulai melirik untuk mengembangkan potensi wisata. Semoga makin bagus dan makin banyak pengunjung yang datang ke Purbalingga.

Jumat, 25 Desember 2015

Cerita di Hari yang Libur (Nasional)

  
pencarian
Hari itu 
Saat mentari dengan malas keluar, awan pun menjadi kelabu
Meski malam tak lagi berjejak, dan ini bukanlah di ibukota yang penuh sesak
  
Sama seperti malam yang pergi, demikian dengan bunga
Bila kemarin telah mekar, tapi tidak pagi ini, dia kan layu, jatuh dalam peluk tanah
Berganti dengan yang lain, yang masih membara semangatnya
Untuk hari ini..

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kebun Strawbery - Gua Lawa (Wisata Purbalingga yang Belum Mekar)

 
Bicara mengenai wisata yang berlokasi disudut utara Purbalingga, tepatnya di desa Siwarak - Serang, Kec. Karangreja, Purbalingga. Menempuh sekitar kurang lebih 27 km dari pusat kabupaten, dengan medan jalan yang berbukit dan pemandangan khas pegunungan yang menawan. Bila wisata Gua Lawa sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu namun kebun strawbery baru dirintis sekitar 5 tahun lalu oleh warga sekitar.

Minggu, 05 April 2015

Jembatan Linggamas (Purbalingga - Sokaraja)

 
Jembatan penghubung antara kabupaten Purbalingga dan kabupaten Sokaraja sudah diresmikan sejak setahun yang lalu. Layaknya jembatan lain yang menghubungkan dua titik. Kini jarak dari Sokaraja ke Purbalingga bisa lewat jembatan ini, bahkan Sokaraja ke Banjarnegara semakin cepat ditempuh bila dibanding jalur Sokaraja-Kalimanah-Bukateja-Banjarnegara. Roda ekonomi pun kian berputar, meski masih jarang, tapi satu-dua warung, bengkel sudah mulai bermunculan di kedua sisi jembatan. Itulah fungsi sebuah jembatan.

Rabu, 04 Maret 2015

(Dibalik) Batu Akik Klawing




Sejak tahun lalu, Kali (Sungai) Klawing makin ramai diperbincangkan. Dari yang awalnya hanya sebatas pasir, ikan, dan batu untuk bangunan kini merambah pada batu akik. Apa itu batu akik? Kini hampir seluruh warga dialiran sungai Klawing tahu apa dan bagaimana bentuk batu yang sedang terkenal di negeri ini.

Termasuk dalam jenis batu permata yang kini dipakai dari kalangan pejabat, artis, tukang becak hingga anak SD. Menurut rumor yang beredar batu akik termahal di Indonesia itu berasal dari Aceh. Motif dan langkanya jenis batu ini menjadi faktor penentu seberapa harga jual dipasaran. Tak peduli berapa harganya, bagi kaum yang tak ingin ketinggalan mode maka tak jadi masalah. 

Bagi Penaruban, desa yang dari ujung hingga ujung yang lain dialiri Sungai Klawing, tak mau ketinggalan. Tengoklah, disetiap pinggir sungai akan ditemukan kios - kios pengolah batu. Anak - anak SD yang tinggal disekitar aliran sungai, sibuk mencari batu sembari bermain ditepi sungai. Ibu - ibu yang setiap pagi belanja, kini juga bergosip tentang batu, 'berapa rupiah yang didapat suaminya dari hasil menjual batu'. Penaruban mulai berubah, hanya karena batu.

Sama seperti penambangan pasir, tentulah pencarian batu-batu akik di sungai Klawing menimbulkan dampak positif dan negatif. Disisi yang menggoda, nilai jual yang tinggi menjadikan siapapun untuk memanfaatkan barang gratis ini, Juga dampak gengsi, semakin mahal dan bagus batu yang berhasil dijual atau dipakai, semakin tinggi pula perasaan orang tersebut. Namun disisi lain, penambangan yang terus menerus tentu akan menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Seperti dijelaskan dalam tulisan terdahulu (http://lesta1690.blogspot.com/2013/10/esai-klawing.html).





Sebagai manusia yang bergantung pada alam, tentulan kita harus menjaga alam. Jangan sampai apa yang kita lakukan berdampak berlebihan pada kondisi alam sekitar. Kita tentu tak ingin bencana datang lebih dahulu, barulan kita akan merasa tersadar akan tindakan kita. Jangan menunggu banjir Sungai Klawing barulah kita mengontrol penambangan batu dan pasir disungai ini. Mari kita bersahabat dengan alam, tanpa mengurangi kecintaan kita terhadap batu akik.

Beberapa sumber bacaan tentang batu akik, semoga menambah wawasan




Sekian, dan terima kasih telah membaca. .

Jumat, 19 September 2014

Mengenang Keberanian Yang Berlalu

Dua tahun lalu, semangat itu begitu membara, impian itu begitu terlihat didepan mata. Langkah terasa sangat ringan, tanpa beban pikiran yang terus menghantui. Namun, kini semangat itu menguap, seakan embun yang terbakar sinar mentari.
Sebuah perjalanan penuh keberanian, keyakinan dan harapan. Berawal dari Jogja yang masih bernuansa tradisi namun telah berbaur dengan ribuan alat modern dan ratusan jenis suku.
 
Perjalanan panjang melintas kota dan laut, menaiki gerbong kereta, bus dan kapal laut. Perjalanan darat menempuh hari dan malam, berbaur dengan udara kemarau yang panas dan dingin.
 
Lombok, Mataram, Senggingi, Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air adalah sejumput pesono nusantara yang dapat kujelajahi. Dititik ini aku tersadar, bahwa negara ini sangatlah mempesona, kaya akan alam yang memukau, kaya akan budaya yang mengakar, kaya akan kuliner yang menggugah selera. Sayang seribu sayang masalah dan kondisi negara ini terlalu rumit tuk diselesaikan dalam waktu yang singkat. Sangat mudah dan singkat untuk membalikkan telapak tangan, tetapi untuk mengatasi masalah yang menutupi keindahan negeri ini tidak lah sesingkat itu.
 
Terima kasih terucap kepada kawan-kawan pendaki gunung Rinjani, bersama mereka saya berhasil melintasi pulau Dewata tuk pertama kalinya.
Terima kasih juga disampaikan kepada teman-teman asli dari Lombok dan Mataram yang tak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih atas arah dan kebaikan dari kalian pada pengembara yang tersasar ini. Atas tumpangan tidur gratis, keliling Lombok, dan petunjuk arah yang benar. 
 
 
Sebuah kenangan memang tak bisa dihapuskan, hanya akan terlupakan. Berada ditumpuk terbawah, tertutup oleh kenangan-kenangan yang lain. Demikian pula akan perjalanan ini. Suatu saat semoga saja bisa mengulangnya kembali, Kembali pada Gili Meno, Gili Trawangan, dan Mataram...
Dan kata terakhir.. 
SAYA RINDU BACKPACKERAN

Senin, 18 Agustus 2014

Sepotong cerita dari Sebuah Pekarangan



Siang itu, meski matahari tengah panas membara, sementara angin kemarau mulai mengudara, entah mengapa mata dan kaki malah tertuju pada pekarangan sekaligus kebun disamping rumah. Seakan berharap ada sedikit cerita yang kan didapat dari sebidang tanah yang tak terpakai tersebut. Maka dimulailah langkah dan bidikan kamera pada beberapa sudut yang nampaknya mulai ditinggalkan sang pemilik lahan.

Seekor belalang menyambutku didepan pagar, dia baru saja hingga didaum ketika aku melangkah masuk. Mungkin ia hendak mencari tempat berteduh ditengah siang yang hari yang terasa sangat panas.
 


pisang yang masih lengkap dengan jantungnya

Pisang, pepaya, markisa, pohon buah itu masih terasa sama. Masih saja berdaun hijau, dan kemudian mengandung buahnya yang siap untuk dinikmati manusia.  


Dan kemudian ..
Semua menjadi tak berguna lagi, daun - daun menjadi layu menguning, buah terlalu matang hingga berbuah menjadi busuk. Mereka terlupakan oleh sang pemilik. Hasil mereka tak sempat tuk digunakan dalam kehidupan manusia
Dan berakhir pada kematian, ranting dan batang pohon pun hampir mati. Kering, tanpa daun, hanya menyisakan segurat ranting yang mudah patah. Tak lagi ada daun, apalagi buah, tak ada lagi proses fotosintesis hanya menunggu dicabutnya dari tanah atau perlahan mati karena waktu.


Sesaat itulah aku tersadar, mungkin manusia juga mengalami kehidupan yang sama dengan sudut pekarangan ini. Awal kehidupan layaknya tanaman yang masih hijau, perlahan muncul bunga dan buah kecil dipohonnya. Kemudian bunga itu makin membesar dan makin bermanfaat bagi yang lain, demikian pula seorang manusia, ketika semakin dewasa, maka dia akan semakin berguna bagi manusia yang lain. Dan perjalanan itu berubah pada proses penuaan, layaknya ranting dan batang yang mengering, demikian pula manusia yang akan semakin rapuh karena menjadi tua... Inikah perjalanan manusia atau hanya sepotong cerita dari pekarangan saja..

bunga ungu, tangkai merah, daun hijau, dan sinar matahari

Kamis, 15 Mei 2014

Air Terjun Tersembunyi Purbalingga


 
Purbalingga yang identik dengan pabrik rambut atau bulu mata palsu ternyata masih menyimpan sejuta potensi wisata alam. Salah satu yang mau kuposting adalah curug didaerah Rembang, Purbalingga.
Rembang merupakan salah satu kecamatan di Purbalingga, berada di sebelah utara kabupaten ini. Rembang juga merupakan salah satu kecamatan terluas di Purbalingga. Letaknya lebih tinggi daripada kota Purbalingga sendiri, tak heran untuk menuju kesana akan melewati tanjakan dan turunan membelah bukit. Warga Rembang kebanyakan masih mengolah tanah pertanian dan perkebunan, akan tetapi tak sedikit pula yang pergi merantau sebagai pedagang, ataupun tenaga kerja. Perjalanan menuju Rembang dari kota Purbalingga kurang lebih memakan waktu 1 jam. Lokasi air terjun kebanyakan berada di Gunung Welud, Losari, Rembang.

Minggu, 20 April 2014

Mengejar Sang Gunung


  
bulan juga kesiangan

Hari minggu telah tiba, setelah sibuk 6 hari kerja akhirnya datang juga hari untuk beristirahat, waktunya buat jalan - jalan. Gak sekedar pergi ke pasar Badhog Bancar buat beli lopis ketan, akhirnya bawa juga camdig buat ngejar sang gunung Slamet yang belakangan jarang muncul karena ketutup awan mendung. so, lets go...

  
Titik pertama, dari jembatan Klawing perbatasan Bancar Penaruban, waktu itu matahari sudah agak bersinar dari timur, meski tak begitu terang tapi cukuplah untuk menampakkan si gunung yang kokoh. Jalanan juga masih sepi,, gimana gak sepi, waktu itu masih jam 6 kurang


Lanjut ke pasar Badhog Bancar, buat beli lopis ketan yang maniiiis,, lanjut ke arah Jatisaba, biasanya dari sini juga kelihatan gunung Slamet. Tapi sayang masuk daerah sini malah mendung, dan entah kenapa berkabut. Jadi berasa masuk ke negeri antah berantah, kanan kiri depan belakang ketutup kabut, pesawahan yang luas berubah menjadi lautan kabut yang penuh misteri.


Keluar dari Jatisaba kearah perempatan KedungMenjangan, kabut juga udah berkurang, tapi sayang matahari masih ketutup sama awan mendung. Jadi gak bisa keliatan tuh gunung dari samping Pengadilan Agama Islam., cuma bisa liat pohon - pohon dan sawah yang masih ketutup kabut juga.


Ketika sampai di depan Dinas Pertanian matahari udah makin tinggi, mendung gak kelihatan lagi, langsung gowes aja ke GOR Guntur Darjono. Betul aja, dari arah situ udah keliatan tuh gunung dengan megahnya. Kebetulan di GOR lagi ada acara minggu pagi PocariSweat menyebabkan jalannya rada macet

sudut lain dari GOR Guntur Darjono, Purbalingga


Berhubung semakin siang, dan perut juga sudah demo maka puter balik jalan pulang tapi lewat alun-alun. Dari alun - alun juga kelihatan nih gunung, menjadi latar masjid agung Purbalingga. Satu yang gak bisa diilangin dari alun - alun adalah tempat kegiatan masyarakatnya, mulai dari joging, jualan bubur ayam, opor ayam, gudeg, dan lainnya. Padahal dah ada GOR yang diharapkan menjadi pusat dari kegiatan, dan alun - alun nantinya taman sepi dan dilarang jualan disini. Tapi gimana lagi, alun - alun dah menjadi ikon keramian di kota kecil ini, sepertinya gak bakal bisa dipindah ketempat lain..


  
Waktunya pulang,, lewat lagi jembatan Klawing,, meski udah makin siang, tapi mendung tiba - tiba datang (emang cuaca gak bisa ditebak). Kali ini cuma keliatan pucuknya tuh gunung,,


Semoga lain kali bisa ngejar gunung lagi tapi edisi matahari tenggelam, penasaran apa keliatan jelas atau malah ketutup sama gelapnya langit?? Semoga ada lain waktu melakukannya dan juga untuk berbagi cerita..

Rabu, 26 Maret 2014

Ke-GALAU-an hadapi bulan April ????

 
Bulan April sebentar lagi,, tinggal menunggu hari saja maka ia akan datang. Jauh - jauh hari, bulan April sudah dinantikan rakyat Indonesia, dari sabang hingga merauke, dari gunung hingga pante. Apalagi yang bukan dinanti kalau bukan PEMILU...
Hari akbar yang menjadi hari perubahan bagi rakyat Indonesia, bagaimana tidak dihari itu rakyat kan memilih para wakilnya untuk duduk di kursi pemerintahan, membuat kebijakan yang pro rakyat, membuat keputusan yang memudahkan rakyat, menjadikan aspirasi rakyat menjadi kenyataan yang menguntungkan seluruh rakyat.

 

Masih dua minggu dari sekarang akan digelar hari PEMILU khusus anggota Legislatif. Tapi kok diriku masih bingung ya mau milih siapa??? mau milih anggota yang mana??? belum untuk anggota pusat, provinsi, daerah??? aduh kok kayaknya belibet banget ya??? mana kertasnya segede koran,,
Kita lupakan itu, tak pikir nanti saja sepuluh menit menjelang berangkat ke TPS. Sekarang yang lagi menggelitik hati adalah.....
Gambar tampang caleg itu lho, yang sembrono muncul dimana - mana, ngak dipohon, ditiang listrik, diatas jalan, dikaca angkutan umum, selebaran yang buang dijalanan, iklan di koran, muncul ditv. Kok rasanya dunia ini penuh dengan wajah - wajah mereka ya...


Memang sih itu hak mereka, tapi kan ya perlu dipikirkan lagi tindakan mereka. Kalo pasang dipohon kan otomatis pohonnya itu dipaku, maka otomatis juga akan merusak pohon (pohon kan juga mahluk hidup yang punya hak untuk hidup). Aku rasa malah itu semakin tak menarik perhatian masa, apalagi bagi komunitas pecinta alam yang sadar akan pentingnya pohon dihidup manusia. Ya mungkin, pohon ngak akan menangis kesakitan, tapi itu akan mempengaruhi proses fotosintesis dan akhirnya berpengaruh pada oksigen yang dihasilkan pohon tersebut..
Sepertinya curahan ini terlalu panjang,, dan apapun itu pada akhirnya diri ini masih belum mengerti mau memilih siapa yang akan menjadi wakil rakyat nantinya...


Minggu, 16 Februari 2014

Titik Nol (Agustinus Wibowo)

  
Butuh satu bulan untuk membongkar isi buku Titik Nol ini, lumayan lah untuk buku yang isinya sampai kurang lebih 500 halaman. Awal beli karena penasaran sama kisah petualangan si Mas Agus, beberapa tahun lalu kisahnya sudah ditayangkan di Kompas. Jadi deh dari dulu selalu menghayal tentang kota - kota yang dilaluinya, orang - orang yang ada dinegeri - negeri yang sangat jauh dari Indonesia.
Pas ada dana (disempet-sempetin) buat beli bukunya, daripada penasarannya ntar kebawa sampe seumur hidup. Cuman sayang pas bukunya datang ngak bisa langsung baca karena lagi banyak kerjaan, jadi ditunda dulu deh rasa penasarannya..
Dari awal, tengah buku emang kerasa kita ikut menjelajah di negeri antah berantah, berasa kita ikut naik gunung Kailash, ikut sakit kuning di India, kering kerontang digurun pasir, terdengar ledakan bom di Afghanistan, dan lain sebagainya. Gak niatan buat bikin ulasan tentang buku ini jadi ya cukup sekian saya menceritakannya.
Yang mau aku share adalah beberapa kalimat yang kurasa lumayan menyentuh pikiran, terkadang juga membuat otak kita ikut berpikir kembali tentang perjalanan, impian dalam kehidupan ini, Langsung saja aku tulisan,, 
* Perjalanan sesungguhnya adalah simbol kebebasan dan kemerdekaan
* Semangat yang meredup itu memang lebih membunuh daripada fisik yang remuk redam
* Memang itu adalah jalan hidup lazim yang dipilih semua orang, Tapi AKU lebih memilih untuk mewujudkan mimpi, daripada tunduk pada realita dan kungkungan aturan - aturan. Bukankah takdir pun bisa diubah? Bukankah mimpi harus diperjuangkan?
* Ada dunia luas diluar sana, Kalau aku tak pernah berjalan keluar, aku takkan pernah lihat dunia yang luas itu. Mimpiku itu bakal menguap begitu saja, tertekan oleh realitas sehari - hari. Aku bakal jadi pemimpi yang cuma bisa mengumpati nasib
* Tapi mimpi cuma sekedar mimpi. Orang hidup itu harus berhadapan dengan kenyataan. Hidup tetap harus realistis.
 
* Perjalanan adalah ekspolari untuk menemukan dunia "lain". Perjalanan bukan hak eksklusif kalangan terbatas dari negeri - negeri terhormat. Perjalanan kini milik sejuta umat. Perjalanan itu bukan sekedar fantasi. 
* Kebebasan itu adalah kebahagiaan sejati. Kosong, tanpa beban, lepas...
* Ketakutan selalu menemani hidup. Kau dan aku takkan pernah bisa lari darinya. Dalam berbagai wujud, ketakutan selalu menghantui manusia, merupakan sahabat dari gua garba hingga liang lahat.
* Turisme adalah hubungan simbiosis dengan dilema buah simalakama. Memang turisme bawa madu berupa uang, pembaharuan, pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Namun juga membawa racun, nafsu mengeruk keuntungan, ketidakjujuran, materalisme, sifa ada uang-adasenyum, hedonisme, pelacuran, pengemis.
* Gunung dalam kekuasaannya yang menggelegar, lebih tampak sebagai musuh daripada sahabat. Manusia dengan segala keterbatasannya lebih tergambar sebagai penakluk daripada pemuja. Satu persatu puncak ditaklukkan. Meski gunung menghujam, mencekik, menampar, menendang, mencengkeram tetapi kami manusia walaupun memang sungguh kecil dan tak berarti dihadapan alam tetap melangkah maju penuh keyakinan.
* Naik gunung mudah, turun gunung susah. Keberhasilan bukanlah cuma tentang mencapai puncak, tetapi juga bagaimana menikmati pemandangan bukit dan lembah, dan juga turun kembali dengan selamat.
* Kemiskinan itu menyedihkan, cermin segala penderitaan dan ketakutan kita sendiri. Butuh keberanian untuk bertatap muka dengan kemiskinan
* Karma adalah urusan perhitungan Yang diAtas. Kasta sesungguhnya adalah garis batas sosial ciptaan manusia, yang sayangnya ikut menentukan takdir
* Kemakmuran hidup itu bagaikan ruang kosong dalam rumah. Rumah yang lapang ada barang - barang tapi tetap memberi kelegaan ruang kosong. Ruang kosong itu bukan hampa, ruang kosong itu justru harus ada.
* Otak orang berbahagia lebih merespons secara positif terhadap hal kecil dan sepele. Yang sering terlewat oleh orang lain.
* Kecantikan yang paling mulia adalah dari hati yang bercahaya
* Perasaan sejati itu tak lekang jarak dan waktu. Jarak dan Waktu memang adalah sebuah garis batas, tetapi jalinan perasaan adalah penembusnya.
* Hidup manusia begitu rapuh, semua kebanggaan itu, kekuasaan dan kekayaan itu, semua identitas dan topeng - topeng itu, bisa direnggut habis dari genggaman kita. Manusia yang lemah dihadapan kuasa semesta, kan hilang hanya dalam sekejap mata
* Masa lalu adalah sejarah, tetapi hari ini adalah kenyataan. Kita tidak bisa mengubah sejarah, tapi kita bisa berjuang untuk mengubah takdir hari esok.
* Apakah perjalanan berarti menggapai cakrawala? Semakin jauh kita melangkah, cakrawala pun ikut menjauh. Perjalanan ini takkan pernah berakhir.
* Perjalanan adalah tentang sudut pandang. Semua itu tergantung dari kacamata mana kita memandang. Perjalanan menembus zona, bukan untuk memaksakan sudut pandang kita pada mereka ataupun menelan mentah - mentah semua sudut pandang mereka. Perjalanan adalah untuk berjalan melihat berbagai sudut pandang.
* Kalaulah Tuhan yang menciptakan agama. Mengapa justru manusia saling bunuh atas namanya. Mengapa sejarah agama - agama malah penuh dengan halaman hitam perang dan tragedi
* Ini adalah kotak pandora. Agama bisa jadi rahmat semesta alam tapi agama bisa juga jadi pembunuh yang paling kejam. Agama mengajarkan cinta kasih sayang, namun karena agama pula dendam dan kebencian bisa berkorbar. Agama bisa menjanjikan damai dan keselamatan, namun bisa juga menjelma jadi tragedi penindasan barbar ketika orang - orang merasa hanya dirinyalah yang paling murni, suci dan benar.
* Joseph Stalin mengatakan, kematian satu orang adalah tragedi tapi kematian berjuta orang cuma statistik.
* Cita - cita yang tak tergapai akan bawa penyesalan, tapi penyesalan itu justru lebih menyiksa kalau sudah menyerah sebelum kalah.
* Keluarga adalah bagian hidup yang paling privasi, karena disitu ada realita hidup paling hakiki. Setiap keluarga punya kitab yang sulit dibaca. Keluarga memang menyimpan kebanggaan, keamanan, perlindungan, cinta kasih tetapi juga terpendam skandal, egoisme, konflik, kemelut, amarah, pertengkaran, kecemburuan dan air mata.
* Terbang, terbanglah tinggi. Pergi, pergilah jauh - jauh kenegeri dibalik lautan. Gapai, gapailah semua mimpimu yang tergantung diangkasa sana
* Tuhan menghadapkanmu dari satu perasaan ke perasaan yang lain. Dia mengajarkan dirimu dengan pertentangan yang saling berlawanan. Sehingga kau akan punya dua sayap tuk terbang, bukan hanya satu.
* Ketika ia mengecap diri sebagai paling berani, seberapa kuat ia mengakui kerapuhan hati menghadapi ketakutan akan ketidakpastian masa depan??
* Perjalanan adalah realita pahit. Ada perpisahan, penantian, ada janji dan harapan, ada derita air mata rindu yang disembunyikan, ada mimpi yang berujung pada kekecewaan. 

Gimana gak banyak, bukunya aja ada 500 halaman....
Ini bukan novel yang menyajikan fantasi sang penulis, bukan novel yang kalimatnya dirangkai romantis.. Buku ini mengajarkan tentang perjalanan, bagaimana kita harus berjuang bermimpi, bagaimana memandang Tuhan, alam semesta, agama, orang lain, keluarga dan diri sendiri. 
Pertanyaan yang muncul setelah kubaca Titik Nol ini adalah "kapan aku memulai perjalanannya, kapan aku memulai tuk melangkah dari titik nol ku??? "


 

Minggu, 15 Desember 2013

Fun Bike KulaBangga Purbalingga 2013

Dalam rangka penyambut hut kota tercinta, pihak KulaBangga kemarin mengadakan acara sepeda santai keliling Purbalingga. Dari alun-alun, bancar, jatisaba, kedungmenjangan, mewek, kalimanah, tembus lurus ke padamara dan berakhir pulang ke alun-alun lagi. Katanya si rute sepanjang 25km, mungkin panjang banget tapi kalo dinikmati alamnya gak terasa panjang. 

 
Dari pasar, rumah - rumah warga, pesawahan hampir semuanya terlihat enak dipandang mata, apalagi sampai di daerah padamara,,, gunung slametnya itu lhooo... berdiri gagah menjulang langit.



Tiket 30ribu dapat kaos, perdana as isi 2ribu, snak (kayak difoto atas,, ) dan aneka doorprise (dari kaos, jaket, payung, tiket citilink, sepeda, kulkas, motor, dan ALYA, yups mobil alya). Sayang seribu sayang, antara tiket yang terjual ke masyarakat dan hadiah yang disediakan ngak pas porsinya,, masa tiket 11.500 lembar hadiahnya cuma 183 (kemarin pas diundi bahkan ngak ada 183, mungkin cuma 150).
Beberapa hal yang kurang memuaskan dihati dari kegiatan ini,,
Kurangnya pengawasan dalam jalannya sepeda santai dari panitia,, dibeberapa titik pertigaan atau perempatan terkadang ada yang menerobos lewat jalan pintas.
Kurangnya keamanan di pertigaan atau perempatan saat melewati jalan raya, bahaya kan kalau tiba - tiba ada yang ditabrak bis
Rutenya terkadang menyebabkan kemacetan, dipasar Bancar, waktu di daerah Kalimanah-Padamara (antri cuma buat ngambil air minum),,,
Ngak sportif, masa bisa beli tiket tapi ngak ikut sepedaan...

Emang sih, ngak ada manusia yang sempurna, demikian pula sebuah acara, pasti ada celah - celah kesalahan. Tapi tinggal diambil enaknya aja kok, yah dengan acara kayak ginian kan bisa kenal dengan orang lain, bisa jelajah Purbalingga rame-rame, bisa jadi tontonan bagi warga sekitar, salah satu cara bikin sehat juga dengan bersepeda

sayang anak.. sayang anak...

Rabu, 20 November 2013

Musibah dan Manusia

  
gunung sinabung meletus lagi
Masih dalam bulan ini, November terdapat dua letusan yang terjadi di Indonesia, gunung Sinabung dan gunung Merapi. Ramai diberitakan di berbagai media baik cetak, elektronik, maupun dunia maya letusan gunung tersebut. Gunung Sinabung, yang berada di Karo, Sumatera Utara ini akhirnya meletus pada tanggal 19 November 2013 pada pukul 21.56 dengan ketinggian erupsi sekitar 10km dan awan panas sekitar 500 meter. Sementara Gunung Merapi, pada pukul 17.00 sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 18 November 2013 juga akhirnya meletus kembali, hujan abu terjadi disekitar Boyolali, Solo, Karanganyar, Sukoharjo dan sekitarnya

awan panas gunung merapi

Masih tergambar jelas bagaimana rasa dukanya seluruh negri bahkan negara lain ketika gunung Merapi meletus tahun 2010. Sebuah kejadian alam yang mengakibatkan tangisan ratusan umat manusia,, mereka yang kehilangan saudara, harta benda dan hal - hal yang penting. Tergambar pula saat tsunami besar Aceh, pada tahun 2004 silam. Ketika hampir sebagian belahan dunia ini ikut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Kejadian yang merenggut ratusan nyawa manusia, beragam harta benda dan kehilangan apa pun itu bagi mereka yang mengalaminya. 
Alam benar - benar menakutkan bila sudah bergejolak seperti ini. Tak akan ada yang mampu tuk menghentikan alam yang sedang marah. Manusia hanya bisa berdiam, sejenak merenung tindakan mereka pada alam. Tindakan bodoh manusia lah yang telah merusak alam, meski terdengar konyol tetapi mungkin saja Sang Pencipta memang marah tindakan manusia yang ceroboh, egois pada alam. Sang Pencipta takkan terima bila ciptaannya yang indah, damai diusik begitu saja oleh tangan - tangan manusia
Koruptor, pembunuhan, pelecehan seksual, pembabatan hutan, pencemaran sungai dan laut, pembakaran hutan tropis untuk membuka lahan penduduk adalah hal yang berkaitan dengan alam. Tindakan seperti ini lah yang sering kali terlihat memuaskan emosi manusia tetapi malah merusak alam. Akibat pertambahan penduduk dari lonjakan kelahiran manusia, mau tidak mau manusia harus membuka lahan baru untuk tinggal tanpa memikirkan dampak dari pembukaan lahan tersebut. Hewan dan tumbuhan menjadi korban yang hanya bisa diam dari tindakan mnusia.

hutan yang terlantar
Selain itu juga makin banyak terjadinya tindakan manusia yang hanya berpikir sesaat, melampiaskan emosi mereka.. Maraknya pembunuhan dengan motif sepele, ramainya korupsi yang seakan - akan menjadi tren yang harus dilakukan oleh para penguasa, kemiskinan masyarakat yang mengakibatkan mereka lupa pada Sang Pencipta menjadikan mereka lupa akan Sang Pembuat dunia ini. Tindakan - tindakan inilah yang kemungkinan membuat Sang Pencipta marah karena manusia tak lagi berpikir benar dan sesuai ajaranNya, dan berakhir pada terjadinya sebuah gejolak alam yang datang sebagai pertanda.


 

tindakan egois para manusia


Dunia ini  sudah sangat tua, segala hal yang terjadi didalamnya telah menjadi beban yang teramat berat untuk disangga oleh bumi. Suatu saat ketika kiamat datang maka akan muntahlah semua beban itu dan menghancurkan seluruh umat manusia. Tak ada yang bisa dilakukan manusia saat itu, hanya bisa menyaksikan akan kedahsyatan Sang Kuasa. Kita tak tahu kapan kiamat itu datang, oleh karena itu akan lebih baik bila kita dapat hidup dengan tenang dan damai bersama alam yang hijau, dan menjadi penopang hidup manusia.Marilah kita menjaga sikap kita demi kehidupan yang lebih baik bagi manusia dan alam...


 merapi yang sedang tenang
pantai yang terlihat damai