Tampilkan postingan dengan label resep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resep. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

Pepes Ikan Kranjangan Daun Singkong



Iseng nulis didunia boga lagi (dulu pernah, ada nih, http://lesta1690.blogspot.com/2013/05/pepes-tahu-tongkol.html) Sejauh ini tak ada larangan untuk menulis dibidang makanan ini. Bahkan makin banyak aja blog atau website yang bertutur tentang makanan, resep masakan, tempat kuliner, tips dan trik didunia boga ini.
Mari kita langsung pada resep kita ..
Bahan :
4 buah pindang kranjangan (pilih yg besar, biasanya isi 2)
Daun singkong secukupnya (kurang lebih 1/2iket), pilih yang masih muda
4 buah bawang merah
2 buah bawang putih
5 buah cabe merah
5 buah cabe rawit (disesuaikan dengan selera pedas masing-masing)
1/2 sdm garam
Daun pisang, buat pembungkus
Biting lidi buat penyematnya

Langkah-langkah
1. Cuci bersih ikan pindang, hilangkan kulit yang berwarna abu2 dengan sedikit digosok, tiriskan.
2. Haluskan bawang merah, putih, cabe, dan garam hingga halus. Lumuri ikan dengan bumbu hingga seluruh bagian tertutup bumbu.
3. Ambil selembar daun pisang, alasi dengan beberapa daun singkong, letakkan ikan yang sudah tertutup bumbu dan tutup lagi dengan daun singkong. Gulung daun pisang kemudian bagian atas bawahnya sematkan dengan lidi.
4. Sangrai dalam sangan. (Saya gak tau bila didaerah lain dinamakan apa). Bisa juga dibakar dengan api kecil diatas pembakaran. Kurang lebih selama 20 menit, jangan lupa dibalik biar dua sisinya matang.
5. Bila bau harum sudah merebak berarti sudah matang. Angkat dan sajikan dengan nasi.

*Rasa gurih, asin dan pedasnya bumbu bisa meresap kedaun singkong. Selain tanpa menggunakan minyak, olahan ini juga cukup dinikmati dengan nasi saja. Cukup ditambah kerupuk saja..
 


 Sekian dan terima kasih sudah membaca,, semoga menambah wawasan. :)

Minggu, 08 Februari 2015

GGS (Gampang Gampang Susah)

2014 sudah berlalu, Januari pun baru saja beranjak. Namun yang namanya konsisten belum bisa berjalan satu rel dengan waktu. Bila dibanding tahun 2013, tahun 2014 tulisan yang ada jauh lebih sedikit. Segala faktor bisa menjadi penyebab yang kasat mata. Malas, gak ada ide, jaringan yang putus-nyambung menjadi hal yang paling dominan. Waktu berjalan semakin cepat, namun konsisten menulis seperti siput berjalan lambat.
Sebenarnya gudang masalahnya adalah MALAS. Sungguh sulit tuk menghilangkan sifat buruk ini. Suatu kemalasan menyebabkan kita melakukan hal yang kurang bermanfaat. Rasa malas juga menjadikan kita berada dizona nyaman yang sulit ditinggalkan.
Tulisan dibawah semoga bisa menjadi kunci untuk menjaga sebuah KONSISTEN terutama dalam menulis. Kalau ada saran lain, juga boleh ditambahkan..
 
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/06/17/cara-jitu-agar-tetap-konsisten-menulis-ala-gelas-kosong-465165.html

Minggu, 20 April 2014

Inovasi dan Kreasi

 

Kenapa judulnya seperti itu?? Dan kenapa gambar pertama seperti itu??? Apa kaitannya antara kalimat judul dan gambar??? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang,,, (aduh.. bahasaku makin gak jelas..

Yang pasti gambar diatas ialah mendoan sosis, jadi mendoan diisi sama sosis atau sosis yang dibalut sama mendoan. Kalau mendoannya sendiri sih, sudah mendarah daging bagiku, siapa sih yang hidup di Purbalingga tapi belum pernah makan mendoan?? Tapi kalau mendoan sosis, di Purbalingga kayaknya gak ada yang jualan. Kalo roti mendoan sih sudah ada, tapi kalo mendoan sosis belum nemu deh..
Dari mana iseng bikin mendoan sosis, dibawah ini nih sumbernya, kemarin liat di youtube tentang usaha waralaba, ternyata pengusaha dari Tasik / Bandung lah yang awalnya bikin usaha ini. Kalo gak salah udah nyampe di Jakarta nih makanan waralaba. Unik, dia bisa ngembangin resep dasar mendoang menjadi rasa yang baru. Dan kreasinya bisa diterima oleh masyarakat luas, jadilah usahanya berkembang dengan pesat ditambah waralaba yang membuat usahanya berada dimana-mana.

  


Iseng - iseng bikin juga, meski hasilnya gak bisa sama persis dengan yang dijual, tapi puaslah udah bisa bikin mendoan sosis sendiri. Gak lagi ada rasa penasaran dalam hati, kalau pun penasaran semoga ada orang Purbalingga yang ngikut waralaba dan jualan di Purbalingga.
Kalo ada juga yang penasaran gimana bikinnya, intinya sih hampir sama seperti bikin mendoan, tapi tempenya diisi dengan sosis kemudian dilitkan, buat tambah kenceng diikat sama daun sayuran, trus digoreng deh..

Yang kudapat dari mendoan sosis selain tahu ternyata variasi mendoan ini juga enak dan cocok dilidah adalah makanan tradisional bila dikreasikan ternyata bisa menghasilkan juga. Sepertinya apaun itu bila kita berani melakukan hal yang berbeda dan yakin pasti akan ada jalannya. Jadi jangan takut untuk berkreasi, mungkin butuh banyak waktu dan percobaan tapi pasti ada hal baru yang mengejutkan..



Senin, 03 Februari 2014

Indomie Taste of Asia

Tahun 2013 lalu Indomie mengeluarkan varian baru.. TASTE OF ASIA, dilihat dari konsepnya sih Indomie mencoba menawarkan rasa rasa makanan Asia untuk lidah Indonesia sendiri,, Varian baru terdiri atas 3 macam rasa Laksa Singapura, Bulgogi Korea, dan Tom Yam Thailand.. Berhubung saya tidak suka Tom Yam ya tidak jadi beli deh,,, (ngak objektif banget nih ...)
 
 
Laksa Singapura
Aku belum pernah makan Laksa asli dari Singapura, makanya ngak bisa membandingkan dengan yang aslinya, tapi kalau Indomie Laksa Singapura sih lumayan lah,,, cocok juga dilidahku sebagai orang Jawa. Meski rasanya tidak terlalu pedas seperti dilihat di bungkusnya, (dibungkus kuahnya merah kaya banyak cabe, ternyata ngak begitu pedas...)

 Bulgogi Korea
Kalo yang ini idaman gue,, enaaaakk juga, ada wijennya dan ada irisan daging sapi bulgoginya, meski tetep ngak berasa kalau dibanding dengan bulgogi yang asli. Tapi lumayan lah rasa bumbunya sudah mewakili dari bulgogi, kalau soal mienya, baru ngerasaan mienya Indomie berbeda dari yang lain,, lebar - lebar gitu..

Secara keseluruhan sih, varian baru Indomie ini ngak mengecewakan,, rasanya memang berbeda dengan Indomie yang sudah ada, dan memang mewakili dengan selera Asia. Harus dicoba bagi yang belum mencobanya,,, buat selingan aja daripada makan Indomie Goreng atau Indomie Ayam aja. Daripada penasaran sama iklannya yang syutingnya aja di Korea sana..

Tulisan ini sudah numpuk dari kemarin - kemarin di draf, tapi baru sekarang baru bisa dipublish... (biasa lah si mood sedang pergi entah kemana, :)

Senin, 27 Mei 2013

Pepes Tahu Tongkol

Sebenarnya ngak niat ngepost masakan, tapi apa daya pikiran dan tangan menghendaki, jadilah setitik tulisan ini. Semoga berguna bagi kalian yang membutuhkan variasi olahan tahu, yah buat nambah ilmu pengetahuan tentang dunia pertahuan :) 

Pepes tahu merupakan variasi olahan tahu, bahannya gampang,  cara membuatnya mudah dan rasanya pun hampir semua orang menyukai. Kalo pepes tahu buatanku ini merupakan kreasi ibuku, setelah cari dibeberapa website makanan masih jarang yang membuat variasi pepes ini. 
Langsung aja kita dapur (kepasar dulu buat belanja, hehehe...

Yang perlu disiapin
Bahan yang diris tipis tipis
2 batang daun bawang
5 buah cabai hijau (bebas, boleh pake boleh tidak)
7 buah cabe rawit (kalo yang suka pedes bisa ditambah sesuai selera) 
Bahan yang dihaluskan
10 buah tahu putih atau kuning
5 buah bawang putih
5 buah bawang merah
7 buah cabai merah
1 sdt garam
1 bungkus penyedap masakan (royco atau masako)
Bahan pelengkap (boleh pakai, boleh tidak)
1/2 ons tongkol, suwir - suwir
kalo suka daun kemangi boleh ditambahkan juga
Bahan pembungkus
Daun pisang, ukurannya menyesuaikan 
Lidi kecil, buat penyematnya

Langkahnya :
1. Cuci bersih semua bahan. Iris daun bawang, cabe hijau, cabe rawit. Haluskan bahan halus seperti tahu, cabe merah, bawang putih, bawang merah dan garam.
2. Campur semua bahan, tambahkan bahan pelengkapnya. Tambahkan bahan penyedap masakan. Cicipi sedikit, kalo udah pas diamkan 3menit.
3. Ambil 2sendok makanan adonan yang telah dicampur, padatkan dalam daun pisang, dua sisinya dijepit dengan lidi kecil Lakukan hingga adonan habis.


4. Kukus selama 30menit. Sebenarnya pada tahap ini, pepes sudah matang dan bisa dinikmati.


5. Untuk membuang kadar airnya, bisa disanggrai atau dipanggang sebentar. Hal ini juga membuat pepes bertahan lebih lama, bisa sampai 2hari. Kurang lebih 15menit atau sampai dua sisi daun pisangnya cukup mengering


6. Tralala,, pepes siap disajikan,

Pepes bisa dinikmati sendirian, atau bisa juga sebagai lauk dengan nasi hangat. Rasanya pedas, asin pokoknya cukuplah sebagai lauk. Selamat mencoba, semoga berhasil...