Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Mei 2014

Air Terjun Tersembunyi Purbalingga


 
Purbalingga yang identik dengan pabrik rambut atau bulu mata palsu ternyata masih menyimpan sejuta potensi wisata alam. Salah satu yang mau kuposting adalah curug didaerah Rembang, Purbalingga.
Rembang merupakan salah satu kecamatan di Purbalingga, berada di sebelah utara kabupaten ini. Rembang juga merupakan salah satu kecamatan terluas di Purbalingga. Letaknya lebih tinggi daripada kota Purbalingga sendiri, tak heran untuk menuju kesana akan melewati tanjakan dan turunan membelah bukit. Warga Rembang kebanyakan masih mengolah tanah pertanian dan perkebunan, akan tetapi tak sedikit pula yang pergi merantau sebagai pedagang, ataupun tenaga kerja. Perjalanan menuju Rembang dari kota Purbalingga kurang lebih memakan waktu 1 jam. Lokasi air terjun kebanyakan berada di Gunung Welud, Losari, Rembang.

Minggu, 20 April 2014

Mengejar Sang Gunung


  
bulan juga kesiangan

Hari minggu telah tiba, setelah sibuk 6 hari kerja akhirnya datang juga hari untuk beristirahat, waktunya buat jalan - jalan. Gak sekedar pergi ke pasar Badhog Bancar buat beli lopis ketan, akhirnya bawa juga camdig buat ngejar sang gunung Slamet yang belakangan jarang muncul karena ketutup awan mendung. so, lets go...

  
Titik pertama, dari jembatan Klawing perbatasan Bancar Penaruban, waktu itu matahari sudah agak bersinar dari timur, meski tak begitu terang tapi cukuplah untuk menampakkan si gunung yang kokoh. Jalanan juga masih sepi,, gimana gak sepi, waktu itu masih jam 6 kurang


Lanjut ke pasar Badhog Bancar, buat beli lopis ketan yang maniiiis,, lanjut ke arah Jatisaba, biasanya dari sini juga kelihatan gunung Slamet. Tapi sayang masuk daerah sini malah mendung, dan entah kenapa berkabut. Jadi berasa masuk ke negeri antah berantah, kanan kiri depan belakang ketutup kabut, pesawahan yang luas berubah menjadi lautan kabut yang penuh misteri.


Keluar dari Jatisaba kearah perempatan KedungMenjangan, kabut juga udah berkurang, tapi sayang matahari masih ketutup sama awan mendung. Jadi gak bisa keliatan tuh gunung dari samping Pengadilan Agama Islam., cuma bisa liat pohon - pohon dan sawah yang masih ketutup kabut juga.


Ketika sampai di depan Dinas Pertanian matahari udah makin tinggi, mendung gak kelihatan lagi, langsung gowes aja ke GOR Guntur Darjono. Betul aja, dari arah situ udah keliatan tuh gunung dengan megahnya. Kebetulan di GOR lagi ada acara minggu pagi PocariSweat menyebabkan jalannya rada macet

sudut lain dari GOR Guntur Darjono, Purbalingga


Berhubung semakin siang, dan perut juga sudah demo maka puter balik jalan pulang tapi lewat alun-alun. Dari alun - alun juga kelihatan nih gunung, menjadi latar masjid agung Purbalingga. Satu yang gak bisa diilangin dari alun - alun adalah tempat kegiatan masyarakatnya, mulai dari joging, jualan bubur ayam, opor ayam, gudeg, dan lainnya. Padahal dah ada GOR yang diharapkan menjadi pusat dari kegiatan, dan alun - alun nantinya taman sepi dan dilarang jualan disini. Tapi gimana lagi, alun - alun dah menjadi ikon keramian di kota kecil ini, sepertinya gak bakal bisa dipindah ketempat lain..


  
Waktunya pulang,, lewat lagi jembatan Klawing,, meski udah makin siang, tapi mendung tiba - tiba datang (emang cuaca gak bisa ditebak). Kali ini cuma keliatan pucuknya tuh gunung,,


Semoga lain kali bisa ngejar gunung lagi tapi edisi matahari tenggelam, penasaran apa keliatan jelas atau malah ketutup sama gelapnya langit?? Semoga ada lain waktu melakukannya dan juga untuk berbagi cerita..

Minggu, 15 Desember 2013

Fun Bike KulaBangga Purbalingga 2013

Dalam rangka penyambut hut kota tercinta, pihak KulaBangga kemarin mengadakan acara sepeda santai keliling Purbalingga. Dari alun-alun, bancar, jatisaba, kedungmenjangan, mewek, kalimanah, tembus lurus ke padamara dan berakhir pulang ke alun-alun lagi. Katanya si rute sepanjang 25km, mungkin panjang banget tapi kalo dinikmati alamnya gak terasa panjang. 

 
Dari pasar, rumah - rumah warga, pesawahan hampir semuanya terlihat enak dipandang mata, apalagi sampai di daerah padamara,,, gunung slametnya itu lhooo... berdiri gagah menjulang langit.



Tiket 30ribu dapat kaos, perdana as isi 2ribu, snak (kayak difoto atas,, ) dan aneka doorprise (dari kaos, jaket, payung, tiket citilink, sepeda, kulkas, motor, dan ALYA, yups mobil alya). Sayang seribu sayang, antara tiket yang terjual ke masyarakat dan hadiah yang disediakan ngak pas porsinya,, masa tiket 11.500 lembar hadiahnya cuma 183 (kemarin pas diundi bahkan ngak ada 183, mungkin cuma 150).
Beberapa hal yang kurang memuaskan dihati dari kegiatan ini,,
Kurangnya pengawasan dalam jalannya sepeda santai dari panitia,, dibeberapa titik pertigaan atau perempatan terkadang ada yang menerobos lewat jalan pintas.
Kurangnya keamanan di pertigaan atau perempatan saat melewati jalan raya, bahaya kan kalau tiba - tiba ada yang ditabrak bis
Rutenya terkadang menyebabkan kemacetan, dipasar Bancar, waktu di daerah Kalimanah-Padamara (antri cuma buat ngambil air minum),,,
Ngak sportif, masa bisa beli tiket tapi ngak ikut sepedaan...

Emang sih, ngak ada manusia yang sempurna, demikian pula sebuah acara, pasti ada celah - celah kesalahan. Tapi tinggal diambil enaknya aja kok, yah dengan acara kayak ginian kan bisa kenal dengan orang lain, bisa jelajah Purbalingga rame-rame, bisa jadi tontonan bagi warga sekitar, salah satu cara bikin sehat juga dengan bersepeda

sayang anak.. sayang anak...

Rabu, 20 November 2013

Musibah dan Manusia

  
gunung sinabung meletus lagi
Masih dalam bulan ini, November terdapat dua letusan yang terjadi di Indonesia, gunung Sinabung dan gunung Merapi. Ramai diberitakan di berbagai media baik cetak, elektronik, maupun dunia maya letusan gunung tersebut. Gunung Sinabung, yang berada di Karo, Sumatera Utara ini akhirnya meletus pada tanggal 19 November 2013 pada pukul 21.56 dengan ketinggian erupsi sekitar 10km dan awan panas sekitar 500 meter. Sementara Gunung Merapi, pada pukul 17.00 sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 18 November 2013 juga akhirnya meletus kembali, hujan abu terjadi disekitar Boyolali, Solo, Karanganyar, Sukoharjo dan sekitarnya

awan panas gunung merapi

Masih tergambar jelas bagaimana rasa dukanya seluruh negri bahkan negara lain ketika gunung Merapi meletus tahun 2010. Sebuah kejadian alam yang mengakibatkan tangisan ratusan umat manusia,, mereka yang kehilangan saudara, harta benda dan hal - hal yang penting. Tergambar pula saat tsunami besar Aceh, pada tahun 2004 silam. Ketika hampir sebagian belahan dunia ini ikut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Kejadian yang merenggut ratusan nyawa manusia, beragam harta benda dan kehilangan apa pun itu bagi mereka yang mengalaminya. 
Alam benar - benar menakutkan bila sudah bergejolak seperti ini. Tak akan ada yang mampu tuk menghentikan alam yang sedang marah. Manusia hanya bisa berdiam, sejenak merenung tindakan mereka pada alam. Tindakan bodoh manusia lah yang telah merusak alam, meski terdengar konyol tetapi mungkin saja Sang Pencipta memang marah tindakan manusia yang ceroboh, egois pada alam. Sang Pencipta takkan terima bila ciptaannya yang indah, damai diusik begitu saja oleh tangan - tangan manusia
Koruptor, pembunuhan, pelecehan seksual, pembabatan hutan, pencemaran sungai dan laut, pembakaran hutan tropis untuk membuka lahan penduduk adalah hal yang berkaitan dengan alam. Tindakan seperti ini lah yang sering kali terlihat memuaskan emosi manusia tetapi malah merusak alam. Akibat pertambahan penduduk dari lonjakan kelahiran manusia, mau tidak mau manusia harus membuka lahan baru untuk tinggal tanpa memikirkan dampak dari pembukaan lahan tersebut. Hewan dan tumbuhan menjadi korban yang hanya bisa diam dari tindakan mnusia.

hutan yang terlantar
Selain itu juga makin banyak terjadinya tindakan manusia yang hanya berpikir sesaat, melampiaskan emosi mereka.. Maraknya pembunuhan dengan motif sepele, ramainya korupsi yang seakan - akan menjadi tren yang harus dilakukan oleh para penguasa, kemiskinan masyarakat yang mengakibatkan mereka lupa pada Sang Pencipta menjadikan mereka lupa akan Sang Pembuat dunia ini. Tindakan - tindakan inilah yang kemungkinan membuat Sang Pencipta marah karena manusia tak lagi berpikir benar dan sesuai ajaranNya, dan berakhir pada terjadinya sebuah gejolak alam yang datang sebagai pertanda.


 

tindakan egois para manusia


Dunia ini  sudah sangat tua, segala hal yang terjadi didalamnya telah menjadi beban yang teramat berat untuk disangga oleh bumi. Suatu saat ketika kiamat datang maka akan muntahlah semua beban itu dan menghancurkan seluruh umat manusia. Tak ada yang bisa dilakukan manusia saat itu, hanya bisa menyaksikan akan kedahsyatan Sang Kuasa. Kita tak tahu kapan kiamat itu datang, oleh karena itu akan lebih baik bila kita dapat hidup dengan tenang dan damai bersama alam yang hijau, dan menjadi penopang hidup manusia.Marilah kita menjaga sikap kita demi kehidupan yang lebih baik bagi manusia dan alam...


 merapi yang sedang tenang
pantai yang terlihat damai