Senin, 31 Maret 2014

Mengingat Perjalanan Menuntut Ilmu

Postingan ini kutulis biar suatu saat ketika aku sedang terpuruk, saat aku merindukan kota ini, bisa kuingat dengan jelas kenangan masa lalu itu. Ketika semuanya berawal dari kota Purbalingga tercinta, semua pembelajaran akan ilmu pasti, ilmu alam, atau pun pembelajaran yang lainnya.

  

Enam tahun berada disekolah dasar ini, mungkin waktu itu dunia masih sangat lah remaja, jalan raya belum seramai ini, macamnya jajanan masih sedikit, uang saku hanya 200 - 500 perak, pohon - pohon masih ada di halaman sekolah yang kurindukan. Matematika dan Bahasa Indonesia adalah sebuah kesenangan, otak - atik angka dan merangkai kalimat yang indah. Aku rindu guru IPS itu, guru les yang selalu memotivasi agar lulus dengan nilai baik. Aku rindu pada teman - teman seperjuangan, mereka yang tak bisa kuingat semuanya hanya ada bayang - bayang kenangan. Aku rindu pada jajanan itu, jajanan yang mungkin tak akan pernah kutemukan lagi di kota Purbalingga saat ini.. Ah, kurindukan masa SD Negeri 1 Penaruban lulusan tahun 2002



Lepas masa sekolah dasar kulanjutkan disekolah diatas, cukuplah 3 tahun saja aku berada disini. Waktu untuk meningkatnya diri menjadi seorang remaja. Pergaulan, pengetahuan dan kehidupan pun semakin bertambah komplek dan luas. Teman - teman bertambah banyak, materi pembelajaran tambah rumit, guru - guru terasa sangat menekan, yang kusenangkan ada perpustakaan di depan sekolah ini. Masih saja Matematika yang menjadi suatu kesenangan, meski guru awal kurang nyaman, tapi ditingkat 2 dan 3 terasa menyenangkan. Jajanan pun tambah merebak dari es doger, batagor, siomey, hingga bakso ikan (kini gak ada yang satu ini didepan sekolah itu). Seragam putih biru tak hanya menyenangkan tapi juga menyebalkan, aku mulai benci guru olahraga, dan guru kesenian, aku juga mulai merasakan kebencian terhadap kawan atau lawan sendiri. Aku juga rindu pada guru - guru itu, semoga mereka tetaplah sehat, aku juga rindu pada teman - teman lama, entah dimana mereka berada. Yah itulah masa munculnya rasa kesenangan dan rasa kebencian,, masa yang kurindukan di SMP N 3 Purbalingga lulusan tahun 2002



Ini masa terakhir dari pendidikan formal 9 tahun, kupilih sebuah kejuruan karena aku tak begitu tertarik pada sekolah umum, dimana masih banyak yang harus dipelajari dari ilmu2 yang ada. Akuntansi adalah ilmu pasti, dmana masuk dalam kategori ilmu umum ekonomi, dan selama 3 tahun aku berkutat pada ilmu hitung menghitung ini. Pergaulan dan masalah kehidupan pun makin bertambah luas, teman - teman semakin beragam dari ujung kota ke ujung kota, semua menjadi pengisi masa - masa pendewasaan. Aku rindu pada guru Akuntansi, seorang wanita yang tegas, menerangkan dengan jelas dan langsung pada pembahasannya. Aku rindu teman - teman seangkatan yang kini mungkin sudah berada dimana saja, semoga lain waktu kita dapat bertemu saat semuanya sudah sukses. Kurindukan masa putih abu - abu SMK N 1 Purbalingga lulusan tahun 2008..


Ini sebenarnya bukan pendidikan formal, tapi masuk dalam informal. Satu tahun kucoba untuk mendekatkan diri pada kebudayaan Korea. Purbalingga terdapat banyak pabrik rambut dan pemilik dan tenaga ahlinya adalah orang Korea asli, jadi mereka berbaik hati untuk mengajarkan budayanya pada orang Purbalingga. Dari bahasa, lagu, budaya, makanan hampir semuanya mereka ajarkan, tentunya yang sesuai dengan adat dan istiadat negara Indonesia. Dari mereka kami dapatkan pengetahuan tentang Korea, dari kami mereka dapatkan pula pengetahuan tentang Indonesia, dan khusunya tentang Purbalingga. Aku rindu pada Jo Sonsengnim, Arem Sonsengnim, Na Sonsengnim, terima kasih atas ilmunya.. semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan.. Kurindukan hari Sabtu Minggu saat berada di kelas Pusat Study Korea Purbalingga..


Aku rindu masa - masa belajar saat itu, sekarang tinggal saatnya aku belajar pada ilmu sejati, pada guru sejati yaitu masyarakat, alam dan Sang Pencipta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar