Senin, 31 Maret 2014

Mengingat Perjalanan Menuntut Ilmu

Postingan ini kutulis biar suatu saat ketika aku sedang terpuruk, saat aku merindukan kota ini, bisa kuingat dengan jelas kenangan masa lalu itu. Ketika semuanya berawal dari kota Purbalingga tercinta, semua pembelajaran akan ilmu pasti, ilmu alam, atau pun pembelajaran yang lainnya.

  

Enam tahun berada disekolah dasar ini, mungkin waktu itu dunia masih sangat lah remaja, jalan raya belum seramai ini, macamnya jajanan masih sedikit, uang saku hanya 200 - 500 perak, pohon - pohon masih ada di halaman sekolah yang kurindukan. Matematika dan Bahasa Indonesia adalah sebuah kesenangan, otak - atik angka dan merangkai kalimat yang indah. Aku rindu guru IPS itu, guru les yang selalu memotivasi agar lulus dengan nilai baik. Aku rindu pada teman - teman seperjuangan, mereka yang tak bisa kuingat semuanya hanya ada bayang - bayang kenangan. Aku rindu pada jajanan itu, jajanan yang mungkin tak akan pernah kutemukan lagi di kota Purbalingga saat ini.. Ah, kurindukan masa SD Negeri 1 Penaruban lulusan tahun 2002



Lepas masa sekolah dasar kulanjutkan disekolah diatas, cukuplah 3 tahun saja aku berada disini. Waktu untuk meningkatnya diri menjadi seorang remaja. Pergaulan, pengetahuan dan kehidupan pun semakin bertambah komplek dan luas. Teman - teman bertambah banyak, materi pembelajaran tambah rumit, guru - guru terasa sangat menekan, yang kusenangkan ada perpustakaan di depan sekolah ini. Masih saja Matematika yang menjadi suatu kesenangan, meski guru awal kurang nyaman, tapi ditingkat 2 dan 3 terasa menyenangkan. Jajanan pun tambah merebak dari es doger, batagor, siomey, hingga bakso ikan (kini gak ada yang satu ini didepan sekolah itu). Seragam putih biru tak hanya menyenangkan tapi juga menyebalkan, aku mulai benci guru olahraga, dan guru kesenian, aku juga mulai merasakan kebencian terhadap kawan atau lawan sendiri. Aku juga rindu pada guru - guru itu, semoga mereka tetaplah sehat, aku juga rindu pada teman - teman lama, entah dimana mereka berada. Yah itulah masa munculnya rasa kesenangan dan rasa kebencian,, masa yang kurindukan di SMP N 3 Purbalingga lulusan tahun 2002



Ini masa terakhir dari pendidikan formal 9 tahun, kupilih sebuah kejuruan karena aku tak begitu tertarik pada sekolah umum, dimana masih banyak yang harus dipelajari dari ilmu2 yang ada. Akuntansi adalah ilmu pasti, dmana masuk dalam kategori ilmu umum ekonomi, dan selama 3 tahun aku berkutat pada ilmu hitung menghitung ini. Pergaulan dan masalah kehidupan pun makin bertambah luas, teman - teman semakin beragam dari ujung kota ke ujung kota, semua menjadi pengisi masa - masa pendewasaan. Aku rindu pada guru Akuntansi, seorang wanita yang tegas, menerangkan dengan jelas dan langsung pada pembahasannya. Aku rindu teman - teman seangkatan yang kini mungkin sudah berada dimana saja, semoga lain waktu kita dapat bertemu saat semuanya sudah sukses. Kurindukan masa putih abu - abu SMK N 1 Purbalingga lulusan tahun 2008..


Ini sebenarnya bukan pendidikan formal, tapi masuk dalam informal. Satu tahun kucoba untuk mendekatkan diri pada kebudayaan Korea. Purbalingga terdapat banyak pabrik rambut dan pemilik dan tenaga ahlinya adalah orang Korea asli, jadi mereka berbaik hati untuk mengajarkan budayanya pada orang Purbalingga. Dari bahasa, lagu, budaya, makanan hampir semuanya mereka ajarkan, tentunya yang sesuai dengan adat dan istiadat negara Indonesia. Dari mereka kami dapatkan pengetahuan tentang Korea, dari kami mereka dapatkan pula pengetahuan tentang Indonesia, dan khusunya tentang Purbalingga. Aku rindu pada Jo Sonsengnim, Arem Sonsengnim, Na Sonsengnim, terima kasih atas ilmunya.. semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan.. Kurindukan hari Sabtu Minggu saat berada di kelas Pusat Study Korea Purbalingga..


Aku rindu masa - masa belajar saat itu, sekarang tinggal saatnya aku belajar pada ilmu sejati, pada guru sejati yaitu masyarakat, alam dan Sang Pencipta...

Minggu, 30 Maret 2014

Undangan Tanpa Nama#5

"yang penting jangan guru olahraga mba" kataku pada mba Intan
"padahal guru olahraga disekolahku lagi cari pendamping" sahut mas Rama "buat istri kedua, mau ngak tang???"
Belum sempat kujawab sudah terdengar suara tawa dari mba Intan dan mas Rama. 'ah, dasar mereka, sekarang aku malah jadi bahan candaan' kataku dalam hati.
"bini muda tang" kata mba Intan menyuapkan nasi terakhirnya
"kalo jadi istri mudanya mas Rama sih ngak papa" kataku dibuat sesantai mungkin
Terlihat raut muka mba Intan langsung berubah serius, diselesaikannya kunyahan itu dengan cepat dihabiskannya sisa jus jeruk didepannya. Sementara mas Rama pun langsung berubah terdiam setelah tadi masih saja tertawa akan candaannya.
"yakin tang, " tanya mas Rama serius
"menurut mas Rama, boleh ngak mba berbagi mas Ramanya" kataku menatap mba Intan yang masih diam "becanda kali mba..." lanjutku
"serius juga ngak papa tang" kata mas Rama akhirnya tertawa
"sory ya, mas Rama ngak masuk kriteria... " kataku melanjutkan "lagian mana mungkin aku kepincut sama pasangan sahabat aku sendiri" kataku menatap mba Intan lagi
"sebenernya Rama juga ngak masuk kategoriku tang" kata mba Intan menatap mas Rama tajam
"terus kok masih bertahan sampe sekarang?" tanyaku penasaran
"kayaknya dia pake guna - guna deh tang," selorohnya.
"mungkin mba, mungkin coklat waktu itu dikasih jimat mba" lanjutku
"terus situ becandanya.. ngak tahu apa aku ini kan aktivis masjid" bela mas Rama yang tak mau dijadikan bahan candaan.
Aku tahu semua ini menyenangkan, kembali pada rutinitas kerja yang padat bahkan sangat menyita waktu. Segala peralihan ini haruslah segera kujalani, demi sebuah rasa yang tak mungkin terus berada didalam hati ini .Rasa kehilangan Anjar, kekasih yang kunanti dan sekarang menjadi milik orang lain haruslah secepatnya kulepaskan dari hidupku, rasa rindu yang mendalam harus segera kuhapuskan. Dan kerja, kerja dan kerja adalah pelarian yang paling tepat saat ini..****
Hampir bosan aku menunggu, sudah hampir satu jam aku menunggu motorku yang sedang dicuci. Gara - gara hujan kemarin sore, motorku yang berwarna biru muda terlihat sangat kotor, ditambah rasaku sedang malas untuk membersihkannya sendiri jadilah sekarang aku berada di tempat ini. Sendirian di kafe yang belum buka sama sekali, sementara mataku sibuk menatap tukang cuci motor yang sedang sibuk bekerja. 'Kenapa tidak datang nanti sore, kan kafenya sudah buka dan pastinya ramai' umpatku dalam hati.
"bensin mas" terdengar suara yang membuyarkan lamunanku
"bisa nunggu bentar gak, orangnya lagi ke belakang, aku lagi nanggung" kata tukang cuci motor "tunggu aja disitu" tunjuknya ke arah kursi depan kafe, tempatku berada.
"ngak lama kan mas" katanya sambil berjalan ke arahku
Sementara langkahnya semakin dekat, aku semakin menyibukkan diri pada hpku, semakin menenggelamkan diri pada dunia maya. Saat ia sudah duduk di ujung kursi panjang itu, kusempatkan untuk melihat kearahnya. 'lumayan' hatiku berkata. Dan kukembalikan lagi fokusku pada layar hp yang merupakan benda mati.
"udah lama mba" tanyanya membuka percakapan.
"lumayan, sampe satu botol habis" tunjukku pada botol minuman di sampingku.
"mba udah selesai nih" teriak tukang motor itu
"akhirnya.." kataku
"yah, gak bisa kenalan deh" kata laki - laki itu
"mungkin lain kali, kalau kita ketemu" jawabku sambil memasukkan hp dalam dompet dan melempar botol minuman ketempat sampah.
"besok, disini, jam 4 sore" katanya serius
"pertemuan yang gak disengaja" lanjutku melangkah kaki meninggalkannya.
Entah apa yang sekarang ia perbuat, tak lagi kubalikkan badan untuk melihatnya. Langkahku hanya tertuju pada motorku yang sudah terlihat bersih dan langsung kubayar atas jasa tukang cuci motor tersebut. Demikian pula saat kutinggalkan tempat ini, tak lagi kulihat seseorang yang mencoba untuk mendekatiku. Hatiku seakan belum siap untuk membuka lembaran kisah yang baru, padahal itu adalah sebuah kesempatan untuk melupakan tentang Anjar. Mungkin lain kali, ketika pertemuan yang tak disengaja lagi, saat bertemu entah dimana, entah kapan, entah dalam situasi seperti apa. Dan entahlah apakah kami akan bertemu lagi..
Sekarang, saat matahari sudah berada ditengah langit, memancarkan cahayanya dengan sempurna. Dapat kurasakan sengatan matahari yang terasa panas di atas kulit, dan kurasakan butiran debu dan pasir yang terbawa angin tersapu oleh kendaraan menyentuh kulit. Namun ditengah panasnya matahari ini masih saja puluhan kendaraan hilir mudik memadati jalan yang panjang. Beberapa penjual es buah dan es dawet kujumpai dalam perjalanan ini, terlihat mereka tengah sibuk melayani para pembeli. Ditengah panas dunia ini masih saja kutemukan sedikit rejeki tentang kehidupan.
Dan melalui jalan panjang ini, telah kumantapkan hatiku untuk menutup cerita tentang Anjar, tentang masa lalu yang tak mungkin lagi bisa kembali. Sekarang saatnya aku menjalani hari yang baru, dan mulai sekarang aku akan menanti kembali. Kembali menanti seseorang yang dapat menggetarkan hati, menanti seorang pangeran dari negeri antah berantah yang entah kapan datangya.. I was waiting for you... my heart..

#Ada sedikit insipirasi jadi ditulis kelanjutannya nih,, semoga besok - besok bisa nulis lagi,, terima kasih sudah membaca...

Rabu, 26 Maret 2014

Ke-GALAU-an hadapi bulan April ????

 
Bulan April sebentar lagi,, tinggal menunggu hari saja maka ia akan datang. Jauh - jauh hari, bulan April sudah dinantikan rakyat Indonesia, dari sabang hingga merauke, dari gunung hingga pante. Apalagi yang bukan dinanti kalau bukan PEMILU...
Hari akbar yang menjadi hari perubahan bagi rakyat Indonesia, bagaimana tidak dihari itu rakyat kan memilih para wakilnya untuk duduk di kursi pemerintahan, membuat kebijakan yang pro rakyat, membuat keputusan yang memudahkan rakyat, menjadikan aspirasi rakyat menjadi kenyataan yang menguntungkan seluruh rakyat.

 

Masih dua minggu dari sekarang akan digelar hari PEMILU khusus anggota Legislatif. Tapi kok diriku masih bingung ya mau milih siapa??? mau milih anggota yang mana??? belum untuk anggota pusat, provinsi, daerah??? aduh kok kayaknya belibet banget ya??? mana kertasnya segede koran,,
Kita lupakan itu, tak pikir nanti saja sepuluh menit menjelang berangkat ke TPS. Sekarang yang lagi menggelitik hati adalah.....
Gambar tampang caleg itu lho, yang sembrono muncul dimana - mana, ngak dipohon, ditiang listrik, diatas jalan, dikaca angkutan umum, selebaran yang buang dijalanan, iklan di koran, muncul ditv. Kok rasanya dunia ini penuh dengan wajah - wajah mereka ya...


Memang sih itu hak mereka, tapi kan ya perlu dipikirkan lagi tindakan mereka. Kalo pasang dipohon kan otomatis pohonnya itu dipaku, maka otomatis juga akan merusak pohon (pohon kan juga mahluk hidup yang punya hak untuk hidup). Aku rasa malah itu semakin tak menarik perhatian masa, apalagi bagi komunitas pecinta alam yang sadar akan pentingnya pohon dihidup manusia. Ya mungkin, pohon ngak akan menangis kesakitan, tapi itu akan mempengaruhi proses fotosintesis dan akhirnya berpengaruh pada oksigen yang dihasilkan pohon tersebut..
Sepertinya curahan ini terlalu panjang,, dan apapun itu pada akhirnya diri ini masih belum mengerti mau memilih siapa yang akan menjadi wakil rakyat nantinya...


Minggu, 23 Maret 2014

Memulai Impian

 
Semakin hari, semakin banyak rintangan untuk sekedar menulis dalam blog ini (apalagi menulis novel yang tebal?????) Terkadang karena ngak ada mood, sering kali ngak ada fasilitasnya, jaringan eror, lagi sibuk dipake buat ngerjain tugas, dan lain sebagainya, ribuan alasan selalu saja menjadi pembenaran..
 
Mimpiku bukan disini, mimpiku berada jauh diujung jalan sana. Sebuah langkah kecil diperlukan untuk memulai jalan di jalan yang panjang dan tak terlihat. Namun aku yakin ada mimpiku diujung jalan sana,, ada buah yang selalu kuimpikan dalam setiap hariku ini..
 
Aku yakin dan aku tahu jalanku ini adalah sangat berat dan melelahkan. Belum lagi jalan panjang ini terlihat panas, gersang dan beberapa tikungan selalu muncul untuk menggoda berbelok arah. Belum lagi godaan dari dunia luar yang datang untuk menguji perjalanan impian ini. Namun aku yakin bisa melewatinya, walau dengan tertaih, walau dengan jalan yang sangat pelan. Yang terpenting adalah kita tetap berjalan dijalan ini..




Bagi siapa pun yang akan memulai mimpinya, atau memulai pergi untuk meraih cita2 ... SEMANGAT!!! Mari kita mulai perjalanan ini, mari kita mulai untuk meraih impian ini....

Minggu, 16 Februari 2014

Titik Nol (Agustinus Wibowo)

  
Butuh satu bulan untuk membongkar isi buku Titik Nol ini, lumayan lah untuk buku yang isinya sampai kurang lebih 500 halaman. Awal beli karena penasaran sama kisah petualangan si Mas Agus, beberapa tahun lalu kisahnya sudah ditayangkan di Kompas. Jadi deh dari dulu selalu menghayal tentang kota - kota yang dilaluinya, orang - orang yang ada dinegeri - negeri yang sangat jauh dari Indonesia.
Pas ada dana (disempet-sempetin) buat beli bukunya, daripada penasarannya ntar kebawa sampe seumur hidup. Cuman sayang pas bukunya datang ngak bisa langsung baca karena lagi banyak kerjaan, jadi ditunda dulu deh rasa penasarannya..
Dari awal, tengah buku emang kerasa kita ikut menjelajah di negeri antah berantah, berasa kita ikut naik gunung Kailash, ikut sakit kuning di India, kering kerontang digurun pasir, terdengar ledakan bom di Afghanistan, dan lain sebagainya. Gak niatan buat bikin ulasan tentang buku ini jadi ya cukup sekian saya menceritakannya.
Yang mau aku share adalah beberapa kalimat yang kurasa lumayan menyentuh pikiran, terkadang juga membuat otak kita ikut berpikir kembali tentang perjalanan, impian dalam kehidupan ini, Langsung saja aku tulisan,, 
* Perjalanan sesungguhnya adalah simbol kebebasan dan kemerdekaan
* Semangat yang meredup itu memang lebih membunuh daripada fisik yang remuk redam
* Memang itu adalah jalan hidup lazim yang dipilih semua orang, Tapi AKU lebih memilih untuk mewujudkan mimpi, daripada tunduk pada realita dan kungkungan aturan - aturan. Bukankah takdir pun bisa diubah? Bukankah mimpi harus diperjuangkan?
* Ada dunia luas diluar sana, Kalau aku tak pernah berjalan keluar, aku takkan pernah lihat dunia yang luas itu. Mimpiku itu bakal menguap begitu saja, tertekan oleh realitas sehari - hari. Aku bakal jadi pemimpi yang cuma bisa mengumpati nasib
* Tapi mimpi cuma sekedar mimpi. Orang hidup itu harus berhadapan dengan kenyataan. Hidup tetap harus realistis.
 
* Perjalanan adalah ekspolari untuk menemukan dunia "lain". Perjalanan bukan hak eksklusif kalangan terbatas dari negeri - negeri terhormat. Perjalanan kini milik sejuta umat. Perjalanan itu bukan sekedar fantasi. 
* Kebebasan itu adalah kebahagiaan sejati. Kosong, tanpa beban, lepas...
* Ketakutan selalu menemani hidup. Kau dan aku takkan pernah bisa lari darinya. Dalam berbagai wujud, ketakutan selalu menghantui manusia, merupakan sahabat dari gua garba hingga liang lahat.
* Turisme adalah hubungan simbiosis dengan dilema buah simalakama. Memang turisme bawa madu berupa uang, pembaharuan, pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Namun juga membawa racun, nafsu mengeruk keuntungan, ketidakjujuran, materalisme, sifa ada uang-adasenyum, hedonisme, pelacuran, pengemis.
* Gunung dalam kekuasaannya yang menggelegar, lebih tampak sebagai musuh daripada sahabat. Manusia dengan segala keterbatasannya lebih tergambar sebagai penakluk daripada pemuja. Satu persatu puncak ditaklukkan. Meski gunung menghujam, mencekik, menampar, menendang, mencengkeram tetapi kami manusia walaupun memang sungguh kecil dan tak berarti dihadapan alam tetap melangkah maju penuh keyakinan.
* Naik gunung mudah, turun gunung susah. Keberhasilan bukanlah cuma tentang mencapai puncak, tetapi juga bagaimana menikmati pemandangan bukit dan lembah, dan juga turun kembali dengan selamat.
* Kemiskinan itu menyedihkan, cermin segala penderitaan dan ketakutan kita sendiri. Butuh keberanian untuk bertatap muka dengan kemiskinan
* Karma adalah urusan perhitungan Yang diAtas. Kasta sesungguhnya adalah garis batas sosial ciptaan manusia, yang sayangnya ikut menentukan takdir
* Kemakmuran hidup itu bagaikan ruang kosong dalam rumah. Rumah yang lapang ada barang - barang tapi tetap memberi kelegaan ruang kosong. Ruang kosong itu bukan hampa, ruang kosong itu justru harus ada.
* Otak orang berbahagia lebih merespons secara positif terhadap hal kecil dan sepele. Yang sering terlewat oleh orang lain.
* Kecantikan yang paling mulia adalah dari hati yang bercahaya
* Perasaan sejati itu tak lekang jarak dan waktu. Jarak dan Waktu memang adalah sebuah garis batas, tetapi jalinan perasaan adalah penembusnya.
* Hidup manusia begitu rapuh, semua kebanggaan itu, kekuasaan dan kekayaan itu, semua identitas dan topeng - topeng itu, bisa direnggut habis dari genggaman kita. Manusia yang lemah dihadapan kuasa semesta, kan hilang hanya dalam sekejap mata
* Masa lalu adalah sejarah, tetapi hari ini adalah kenyataan. Kita tidak bisa mengubah sejarah, tapi kita bisa berjuang untuk mengubah takdir hari esok.
* Apakah perjalanan berarti menggapai cakrawala? Semakin jauh kita melangkah, cakrawala pun ikut menjauh. Perjalanan ini takkan pernah berakhir.
* Perjalanan adalah tentang sudut pandang. Semua itu tergantung dari kacamata mana kita memandang. Perjalanan menembus zona, bukan untuk memaksakan sudut pandang kita pada mereka ataupun menelan mentah - mentah semua sudut pandang mereka. Perjalanan adalah untuk berjalan melihat berbagai sudut pandang.
* Kalaulah Tuhan yang menciptakan agama. Mengapa justru manusia saling bunuh atas namanya. Mengapa sejarah agama - agama malah penuh dengan halaman hitam perang dan tragedi
* Ini adalah kotak pandora. Agama bisa jadi rahmat semesta alam tapi agama bisa juga jadi pembunuh yang paling kejam. Agama mengajarkan cinta kasih sayang, namun karena agama pula dendam dan kebencian bisa berkorbar. Agama bisa menjanjikan damai dan keselamatan, namun bisa juga menjelma jadi tragedi penindasan barbar ketika orang - orang merasa hanya dirinyalah yang paling murni, suci dan benar.
* Joseph Stalin mengatakan, kematian satu orang adalah tragedi tapi kematian berjuta orang cuma statistik.
* Cita - cita yang tak tergapai akan bawa penyesalan, tapi penyesalan itu justru lebih menyiksa kalau sudah menyerah sebelum kalah.
* Keluarga adalah bagian hidup yang paling privasi, karena disitu ada realita hidup paling hakiki. Setiap keluarga punya kitab yang sulit dibaca. Keluarga memang menyimpan kebanggaan, keamanan, perlindungan, cinta kasih tetapi juga terpendam skandal, egoisme, konflik, kemelut, amarah, pertengkaran, kecemburuan dan air mata.
* Terbang, terbanglah tinggi. Pergi, pergilah jauh - jauh kenegeri dibalik lautan. Gapai, gapailah semua mimpimu yang tergantung diangkasa sana
* Tuhan menghadapkanmu dari satu perasaan ke perasaan yang lain. Dia mengajarkan dirimu dengan pertentangan yang saling berlawanan. Sehingga kau akan punya dua sayap tuk terbang, bukan hanya satu.
* Ketika ia mengecap diri sebagai paling berani, seberapa kuat ia mengakui kerapuhan hati menghadapi ketakutan akan ketidakpastian masa depan??
* Perjalanan adalah realita pahit. Ada perpisahan, penantian, ada janji dan harapan, ada derita air mata rindu yang disembunyikan, ada mimpi yang berujung pada kekecewaan. 

Gimana gak banyak, bukunya aja ada 500 halaman....
Ini bukan novel yang menyajikan fantasi sang penulis, bukan novel yang kalimatnya dirangkai romantis.. Buku ini mengajarkan tentang perjalanan, bagaimana kita harus berjuang bermimpi, bagaimana memandang Tuhan, alam semesta, agama, orang lain, keluarga dan diri sendiri. 
Pertanyaan yang muncul setelah kubaca Titik Nol ini adalah "kapan aku memulai perjalanannya, kapan aku memulai tuk melangkah dari titik nol ku??? "


 

Senin, 03 Februari 2014

Indomie Taste of Asia

Tahun 2013 lalu Indomie mengeluarkan varian baru.. TASTE OF ASIA, dilihat dari konsepnya sih Indomie mencoba menawarkan rasa rasa makanan Asia untuk lidah Indonesia sendiri,, Varian baru terdiri atas 3 macam rasa Laksa Singapura, Bulgogi Korea, dan Tom Yam Thailand.. Berhubung saya tidak suka Tom Yam ya tidak jadi beli deh,,, (ngak objektif banget nih ...)
 
 
Laksa Singapura
Aku belum pernah makan Laksa asli dari Singapura, makanya ngak bisa membandingkan dengan yang aslinya, tapi kalau Indomie Laksa Singapura sih lumayan lah,,, cocok juga dilidahku sebagai orang Jawa. Meski rasanya tidak terlalu pedas seperti dilihat di bungkusnya, (dibungkus kuahnya merah kaya banyak cabe, ternyata ngak begitu pedas...)

 Bulgogi Korea
Kalo yang ini idaman gue,, enaaaakk juga, ada wijennya dan ada irisan daging sapi bulgoginya, meski tetep ngak berasa kalau dibanding dengan bulgogi yang asli. Tapi lumayan lah rasa bumbunya sudah mewakili dari bulgogi, kalau soal mienya, baru ngerasaan mienya Indomie berbeda dari yang lain,, lebar - lebar gitu..

Secara keseluruhan sih, varian baru Indomie ini ngak mengecewakan,, rasanya memang berbeda dengan Indomie yang sudah ada, dan memang mewakili dengan selera Asia. Harus dicoba bagi yang belum mencobanya,,, buat selingan aja daripada makan Indomie Goreng atau Indomie Ayam aja. Daripada penasaran sama iklannya yang syutingnya aja di Korea sana..

Tulisan ini sudah numpuk dari kemarin - kemarin di draf, tapi baru sekarang baru bisa dipublish... (biasa lah si mood sedang pergi entah kemana, :)

Rabu, 22 Januari 2014

Balada Buruh Rambut #2


"Lan, wis krungu Ani pegatan" (Lan, sudah dengar Ani cerai) kata Ria.
Aku hanya mengangguk, menghabiskan pecel yang tinggal beberapa sendok lagi. Aku paling tak suka bila ditengah makan membicarakan sesuatu, apalagi hal tersebut adalah membicarakan orang lain,
Suasana kantin pabrik rambut terlihat masih ramai, padahal ini sudah setengah jam dari waktu istirahat. Dideretan pedagang pun masih ramai para buruh yang mengantri dilayani, ada yang ingin baso, mendoan, nasi rames, atau sekedar es teh. Tak hanya para pedagang yang sibuk, para buruh pabrik pun tengah sibuk menikmati istirahatnya, dari pagi hingga siang tenaganya tercurah untuk pekerjaan dan kini waktunya untuk merenggangkan otot dan pikiran. Dideratan bangku panjang penuh terduduki oleh para buruh yang lahap menikmati makan siangnya. 
"iya Ri, anake Ani nembe TK kan?" (iya Ri, anaknya Ani baru TK kan) tanyaku setelah selesai menghabiskan es teh manis.
"krungu - krungu sih, Ani njaluk pegat gara - gara bojone ra ngode,," (dengar-dengar sih, Ani minta cerai gara - gara suaminya tidak bekerja) lanjut Ria
"halah dasar Anine bae sing aleman,, wis syukur bojone gelem momong anake" (halah dasar Aninya saja yang manja, sudah bersyukur suaminya mau mengasuh anaknya mba Siti akhirnya ikut bicara "jaman siki pancen wong wadon sing ngolet duit" (jaman sekarang memang perempuan yang cari uang)
"kan kawinne merga meteng disit mba" (kan menikahnya juga karena hamil dulu mba) Ria menambah obrolan makin tak jelas
"sekomplek dadi ko ngerti ya Ri"( satu komplek jadi kamu ngerti ya Ri) tanyaku "emang bocaeh cenal - cenil apa?" (memang anaknya genit apa)
"ra sekomplek maning, se kelas malah, nembe tryout ujian kewenangan meteng, marekna geger sekolah" (tidak sekomplek lagi, satu kelas malah, baru tryout ujian sudah ketahuan hamil, menyebabkan ribut sekolah) terang Ria
"tapi kan nek cere melasi anake" (tapi kan kalau cerai kasian anaknya) ucap mba Siti
"ya nek pikirane Ani esi waras ta iya mba" (ya kalau pikirannya Ani masih sehat ya iya mba) kataku "ngesuk - ngesuke melasi anake,, weruh kancane due bapak ibu sing rukun deweke mung karo bapake apa karo ibune tok" (besok- besoknya kasian anaknya, liat temannya punya bapak ibu yang rukun, dirinya hanya bersama bapaknya atau hanya ibunya saja )
"tapi piwe maning wong wis ra cinta,, "(tapi gimana lagi orang sudah tak cinta) kata Ria 
"puyeng ngurusi wong liya, ngurus awake dewek be kadang bingung" (pusing ngurusi orang lain, mengurus diri sendiri saja terkadang bingung) mengakhiri pembicaraan ini
"bener kue Lan, "(betul itu Lan) kata mba Siti sambil menghabiskan sisa es tehnya. "mulane kue Ria, Wulan,, nek mbojo aja kesusu, aja gampang kena goda, wong mbojo kue ra kepenak ngole nglakoni" (makanya itu Ria, Wulan,, kalau menikah jangan terburu - buru jangan gampang terkena godaan, orang menikah itu tidak mudah untuk menjalani) nasihat mba Siti panjang
"njenengan juga iya mbok,, kayane nek wis mbojo juga akeh godaane,, sing selingkuh lha, masalah ekonomi.... (kamu juga kan, kayaknya kalau sudah menikah juga banyak godaannya, yang selingkuh lah, masalah ekonomi.)
"tumben pinter " kataku memotong ucapan Ria "hehehe..
"aku emang dasare pinter Lan" (aku memang dasar pinter Lan) kata Ria sombong
"pinter ngapusi" (pinter berbohong) kata mba Siti sambil berdiri "wis lah aku rep ming ruangan,," (sudah lah aku mau keruangan)
"percaya kan Lan aku pinter" kata Ria menatapaku tajam
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Ria, dia teman bahkan sahabat dipabrik ini. Meski usianya terpaut dua tahun lebih tua dari aku tapi kami tetaplah sepasang teman yang saling mengisi. Terkadang sikapnya yang cuek menjadi contoh bagiku untuk cuek juga menghadapi omongan orang lain. Tak jarang pula sikapnya yang suka menghibur membuatku lupa akan masalah yang sedang dihadapi. Bagiku Ria adalah teman yang tak akan mungkin tergantikan.. 
"Lan,,," dia memanggil lagi namaku ketika melihat aku mulai berdiri 
"mungkin" jawabku singkat kemudian melangkah meninggalkan Ria yang belum juga beranjak
"Wulaaan" katanya lagi
Tak lagi kudengar suara Ria karena aku sudah ditengah - tengah buruh pabrik yang mulai meninggalkan kantin. Jam istirahat tinggalah lima menit, dan itu artinya sudah tidak ada lagi waktu untuk bersantai - santai lagi. Lorong panjang selepas pintu kantin menjadi sangat ramai dengan para buruh yang mulai memasuki ruangan produksi. Hawa panas mulai terasa di lorong menandakan terlalu banyaknya orang yang menempati ruangan tersebut
Dipertengahan lorong kusempatkan untuk mengirim sebuah sms untuk orang penting dalam pabrik ini "pinter ngak pinter, seorang Ria adalah orang yang baik hati, peduli dan kawan sejati". Entah apa yang dipikirkan Ria sekarang, karena ia tak membalas sms ku dengan cepat. Dilain kesempatan Ria mengatakan alasannya tak membalas sms dariku ini.
Ditengah - tengah buruh pabrik yang mempunyai beragam masalah, terselip masalah kecil di pikiranku, 'apa iya sekarang perempuan lah yang mencari uang dan meninggalkan kodratnya sebagai seorang istri?' kataku dalam hati.


Sekian. Tunggu kelanjutannya postingan berikutnya...
#terimakasih sudah berkunjung dan membaca unek-unekku

Selasa, 21 Januari 2014

Balada Buruh Rambut #1

Cerita ini bukan kisah nyata betulan, hanya memang ada beberapa bagian yang mungkin benar - benar terjadi di kehidupan nyata. Bila ada kesamaan nama dan tempat, kiranya itu hanyalah sebuah kebetulan belaka. Cerita ini juga termasuk dalam fiksi, hanya ada dalam khayalan kita saja... Cerita ini hanya dibuat karena kejenuhanku saja, iseng - iseng nulis fiksi lagi...
Lets go...

Matahari sudah benar - benar bersinar diatas sana, dengan seenaknya berkuasa dilangit yang luas tanpa ada awan yang mengganggu. Sinarnya mulai menghangatkan belahan bumi ini, tersampaikan pada dedaunan pohon yang menghijau, tersampaikan pula pada kubangan air tanah yang mulai menyurut. Sinarnya tanpa lelah menyinari bumi ini, entah sampai kapan ia mampu bersinar hanya Sang Penciptalah yang tahu segalanya.
"jeng, sida kondangan ne Bu Lia ra?" (jeng, jadi kondangan tempat bu Lia ga? sms dari teman kerjaku mengganggu sarapanku
"ra ngerti, ndeleng ngko awan"( ngak tahu, liat nanti siang) setengah piring nasi goreng yang tak lagi hangat kutinggalkan begitu saja saat kuketik balasannya
Begitu kuhabiskan teh manis bagianku, langsung saja kuambil tas dan kunci motor yang kusiapkan didalam kamar. Tak kupedulikan ocehan mamakku yang sedang membereskan meja makannya, sering kali ia mengomel bila melihat makananku maupun kakakku masih tersisa. 
"aku mangkat ma" (aku berangkat ma) kataku sambil mencium tangannya. Dapat kulihat garis - garis tanda penuaan diwajahnya yang memang sudah tua. Bila sudah begini, selalu saja muncul perasaan bersalah belum bisa membahagiakan dirinya.
"ati-ati" katanya pelan,
Tak dapat kujawab perkataan mamakku hanya bisa melangkahkan kaki semakin menjauhi ruang makan. Tak kutengok lagi mamakku yang sekarang mungkin sudah sibuk dengan urusan dapurnya. Semenjak kematian ayahku tiga tahun yang lalu, ibuku hanya mampu tuk mengurus urusan dapur. Beliau tak lagi berjualan dipasar seperti saat ayah masih hidup. Aku dan kakakku hanya bisa mengangguk ketika diminta persetujuannya, toh kakakku sudah bekerja di salah satu rumah sakit meski hanya sebagai cleaning servis. Sementara aku waktu ayah meninggal masih duduk dikelas dua SMA, hanya bisa diam menunduk tanpa bisa ikut berkomentar..
'selamat datang mentari, selamat menjalani hari ini lan" ucapku pada diri sendiri menatap matahari diatas motorku..
7777
"kondangan ra?" (kondangan tidar) tanya Ria mendekatiku saat aku baru masuk ruangan
"selamat pagi, kaya kue nek nyapa kanca" (selamat pagi, seperti itu kalau menyapa teman) balas ku tersenyum
Ria hanya tersenyum mendengar ocehanku,, "ya.. ya.. selamat pagi temanku yang cantik" lanjutnya
"gitu dong, pagi juga temanku yang baik hati.." jawabku "aku mau foto copy lap bulanan dulu ya, takut ntar rame" segera aku keluar lagi dengan membawa buku laporan
"ye,, sidane kondangan apa ora?" (ya, jadinya mau kondangan apa enggak?) tanyanya setengah berteriak.
Arus orang - orang yang memasuki pelataran pabrik ini makin banyak. Mungkin ribuan orang ada disini, mencari penghasilan pada pabrik yang telah berdiri selama puluhan tahun. Rata - rata karyawannya adalah wanita, hanya ada beberapa tenaga laki - laki yang dipekerjakan dan itu hanya sebagian kecilnya saja. Bila pagi seperti ini, terlihat dari wajah - wajah para pekerja masih tampaklah semangat yang besar. Canda tawa antar pekerja terdengar disetiap sudut, terkadang membicarakan pekerjaan, kehidupan pribadi, artis ataupun sekedar harga cabe dipasar.
Sengaja kulangkahkah kaki dengan pelan - pelan, sengaja kunikmati setiap udara yang terasa menyapaku pagi ini. Kutatap seluruh aeral pabrik, dari bangunan yang terlihat sudah tua namun masih saja berdiri dengan kokoh, taman yang indah dan terawat karena Sang Mister (pemilik pabrik, merupakan warga Korea) menyukai tanaman, kupandangi lorong panjang yang berisi para pekerja yang mulai akan memasuki ruang kerjanya. 
'kenapa aku bisa terdampar disini' kataku dalam hati
"ngalamun bae"(melamun saja) suara pak Andi mengagetkanku, ia orang HRD tapi sangat suka bercnda dengan orang produksi seperti ku ini.
"pagi pak," sapaku
"pagi juga lan,, "jawabnya sembari menlanjutkan langkahnya
Ruang foto copy berada hampir dibagian depan pabrik, dekat dengan kantor administrasi dan sangat jauh dari ruang produksi tempatku berada. Satu hal yang kusuka dari ruang foto copy adalah petugasnya, bukan naksir (dia sudah punya istri, sudah tua lagi), hanya dia mempunyai sifat kebapakan. Saat kuceritakan masalahku pasti ia mempunyai saran yang berbeda dari pemikiranku, dan itu tak kudapat dari orang lain, bahkan kakakku sendiri tak seperti itu. Aku selalu merasa bila beliau adalah orang yang mirip dengan ayahku,, 
"turnuwun Pak Sugeng" (makasih pak sugeng) kata mba Isa terdengar dari depan ruang fotocopy "hai lan, tumben pagi banget" sapanya
"iya nih mba kepagian berangkatnya" candaku
"kalo ada kesiangan pasti ada kepagian juga ya, hehehe" jawabnya "udah ah, duluan ya..."
"ok mba,,," jawabku singat "pagi pak Sugeng,, mung limang lembar, tak tunggu bae"(hanya lima lembar, kutunggu saja) kataku sambil menyerahkan buku laporan
"yang terakhir kan?" tanyanya menyakinkan dirinya sendiri
"ya seperti biasa pak?" kataku "Pak, kondangan tempat bu Lia ngak?" tanyaku langsung
"ngak tahu juga, lagipula ini kan pernikahan kedua kalinya kan" katanya sambil terus bekerja dengan mesin fotocopy "lagipula tanggal tua, lan"
"nah itu dia pak, tanggal tua lagi,, benar - benar ngak ada dana" curhatku "tapi kemarin waktu Bapak meninggal bu Lia ketempatku"
"belum minggu depan si Aya kan nikahan" tambah pak Sugeng
"aduh pak, ini satu aja belum mana ditambah lagi" kataku "kenapa si harus tanggal - tanggal tua pada nikah"
"kan udah tanggal baik menurut orang tua, lan" katanya
"tapi ngak baik buat aku" kataku "kalo ngak datang ngak papa kan pak, toh masih ada Adit yang udah kelas 5 SD pasti bentar lagi sunatan"
"ngak papa, Lan. Ngak bakal ditanyain sama bu Lia kok. Lagian masalah dia datang waktu ayah kamu meninggal ngak ada kaitannya dengan pernikahan bu Lia, pasti ntar ada undangan lain yang datang." terang pak Sugeng
Secercah harapan muncul atas masalah jadi kondangan atau tidak tempat bu Lia, bila saja ditanggal - tanggal waktu awal gajian pasti aku akan datang. Tapi ini masalahnya dia menikah di tanggal tua, dimana keadaan keuangan sudah benar - benar terkikis.
Andai gaji seorang buruh pabrik rambut sepertiku sama besarnya dengan gaji pegawai negri pasti tak ada ribet dengan urusan sepele seperti ini... Huh tanggal tua yang selalu kuharapkan tak pernah.. 

Sekian. Tunggu kelanjutannya postingan berikutnya...


#terimakasih sudah berkunjung dan membaca unek-unekku

Selasa, 07 Januari 2014

Detak Detak Mimpi

Hari - hari ditahun baru sedang berjalan,, terasa sangat lama tak menulis sesuatu lagi. Entah pikiran darimana yang tiba - tiba berada dalam otakku,, rasanya pengen cepet - cepet dilaksanakan. 
 
Ini mimpi terbesar, bahkan mungkin akan merubah separuh duniaku. Bila tak kujalani hanya akan menjadi impian yang tak kan pernah kusentuh. Gila memang, seorang perempuan tuk memimpikan seperti ini, mungkin hanya sebagian kecil yang berani tuk bermimpi seperti ini.
Mimpiku memang aneh, tak seperti perempuan lain yang bermimpikan tuk segera menikah dan menempuh dunia baru. Itu tak berlaku bagiku, itu nomor sekian dalam prioritas hidupku. Aku bukanlah termasuk orang yang bermimpi tuk tetap hidup disatu tempat dari lahir, belajar, bekerja dan menikah hingga meninggal nanti berada disatu tempat. Rasanya dunia ini terlalu besar untuk dilewatkan begitu saja hanya tinggal disatu kota. 
 
Aku tak tahu kenapa aku memimpikan hal ini, memimpikan hal yang terlalu besar,, Kusadari sisi lain dari mimpi ini, yang tak bisa kuhindari akan berpengaruh dalam hidupku nanti.Tapi sekali lagi, saat ku berpikir akan sisi negativnya maka langkahku tak kan berlanjut


 Selamat datang mimpi, selamat datang tuk menjelajahi Negeri indah ini....


Minggu, 15 Desember 2013

Fun Bike KulaBangga Purbalingga 2013

Dalam rangka penyambut hut kota tercinta, pihak KulaBangga kemarin mengadakan acara sepeda santai keliling Purbalingga. Dari alun-alun, bancar, jatisaba, kedungmenjangan, mewek, kalimanah, tembus lurus ke padamara dan berakhir pulang ke alun-alun lagi. Katanya si rute sepanjang 25km, mungkin panjang banget tapi kalo dinikmati alamnya gak terasa panjang. 

 
Dari pasar, rumah - rumah warga, pesawahan hampir semuanya terlihat enak dipandang mata, apalagi sampai di daerah padamara,,, gunung slametnya itu lhooo... berdiri gagah menjulang langit.



Tiket 30ribu dapat kaos, perdana as isi 2ribu, snak (kayak difoto atas,, ) dan aneka doorprise (dari kaos, jaket, payung, tiket citilink, sepeda, kulkas, motor, dan ALYA, yups mobil alya). Sayang seribu sayang, antara tiket yang terjual ke masyarakat dan hadiah yang disediakan ngak pas porsinya,, masa tiket 11.500 lembar hadiahnya cuma 183 (kemarin pas diundi bahkan ngak ada 183, mungkin cuma 150).
Beberapa hal yang kurang memuaskan dihati dari kegiatan ini,,
Kurangnya pengawasan dalam jalannya sepeda santai dari panitia,, dibeberapa titik pertigaan atau perempatan terkadang ada yang menerobos lewat jalan pintas.
Kurangnya keamanan di pertigaan atau perempatan saat melewati jalan raya, bahaya kan kalau tiba - tiba ada yang ditabrak bis
Rutenya terkadang menyebabkan kemacetan, dipasar Bancar, waktu di daerah Kalimanah-Padamara (antri cuma buat ngambil air minum),,,
Ngak sportif, masa bisa beli tiket tapi ngak ikut sepedaan...

Emang sih, ngak ada manusia yang sempurna, demikian pula sebuah acara, pasti ada celah - celah kesalahan. Tapi tinggal diambil enaknya aja kok, yah dengan acara kayak ginian kan bisa kenal dengan orang lain, bisa jelajah Purbalingga rame-rame, bisa jadi tontonan bagi warga sekitar, salah satu cara bikin sehat juga dengan bersepeda

sayang anak.. sayang anak...

Rabu, 20 November 2013

Musibah dan Manusia

  
gunung sinabung meletus lagi
Masih dalam bulan ini, November terdapat dua letusan yang terjadi di Indonesia, gunung Sinabung dan gunung Merapi. Ramai diberitakan di berbagai media baik cetak, elektronik, maupun dunia maya letusan gunung tersebut. Gunung Sinabung, yang berada di Karo, Sumatera Utara ini akhirnya meletus pada tanggal 19 November 2013 pada pukul 21.56 dengan ketinggian erupsi sekitar 10km dan awan panas sekitar 500 meter. Sementara Gunung Merapi, pada pukul 17.00 sehari sebelumnya yaitu pada tanggal 18 November 2013 juga akhirnya meletus kembali, hujan abu terjadi disekitar Boyolali, Solo, Karanganyar, Sukoharjo dan sekitarnya

awan panas gunung merapi

Masih tergambar jelas bagaimana rasa dukanya seluruh negri bahkan negara lain ketika gunung Merapi meletus tahun 2010. Sebuah kejadian alam yang mengakibatkan tangisan ratusan umat manusia,, mereka yang kehilangan saudara, harta benda dan hal - hal yang penting. Tergambar pula saat tsunami besar Aceh, pada tahun 2004 silam. Ketika hampir sebagian belahan dunia ini ikut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Kejadian yang merenggut ratusan nyawa manusia, beragam harta benda dan kehilangan apa pun itu bagi mereka yang mengalaminya. 
Alam benar - benar menakutkan bila sudah bergejolak seperti ini. Tak akan ada yang mampu tuk menghentikan alam yang sedang marah. Manusia hanya bisa berdiam, sejenak merenung tindakan mereka pada alam. Tindakan bodoh manusia lah yang telah merusak alam, meski terdengar konyol tetapi mungkin saja Sang Pencipta memang marah tindakan manusia yang ceroboh, egois pada alam. Sang Pencipta takkan terima bila ciptaannya yang indah, damai diusik begitu saja oleh tangan - tangan manusia
Koruptor, pembunuhan, pelecehan seksual, pembabatan hutan, pencemaran sungai dan laut, pembakaran hutan tropis untuk membuka lahan penduduk adalah hal yang berkaitan dengan alam. Tindakan seperti ini lah yang sering kali terlihat memuaskan emosi manusia tetapi malah merusak alam. Akibat pertambahan penduduk dari lonjakan kelahiran manusia, mau tidak mau manusia harus membuka lahan baru untuk tinggal tanpa memikirkan dampak dari pembukaan lahan tersebut. Hewan dan tumbuhan menjadi korban yang hanya bisa diam dari tindakan mnusia.

hutan yang terlantar
Selain itu juga makin banyak terjadinya tindakan manusia yang hanya berpikir sesaat, melampiaskan emosi mereka.. Maraknya pembunuhan dengan motif sepele, ramainya korupsi yang seakan - akan menjadi tren yang harus dilakukan oleh para penguasa, kemiskinan masyarakat yang mengakibatkan mereka lupa pada Sang Pencipta menjadikan mereka lupa akan Sang Pembuat dunia ini. Tindakan - tindakan inilah yang kemungkinan membuat Sang Pencipta marah karena manusia tak lagi berpikir benar dan sesuai ajaranNya, dan berakhir pada terjadinya sebuah gejolak alam yang datang sebagai pertanda.


 

tindakan egois para manusia


Dunia ini  sudah sangat tua, segala hal yang terjadi didalamnya telah menjadi beban yang teramat berat untuk disangga oleh bumi. Suatu saat ketika kiamat datang maka akan muntahlah semua beban itu dan menghancurkan seluruh umat manusia. Tak ada yang bisa dilakukan manusia saat itu, hanya bisa menyaksikan akan kedahsyatan Sang Kuasa. Kita tak tahu kapan kiamat itu datang, oleh karena itu akan lebih baik bila kita dapat hidup dengan tenang dan damai bersama alam yang hijau, dan menjadi penopang hidup manusia.Marilah kita menjaga sikap kita demi kehidupan yang lebih baik bagi manusia dan alam...


 merapi yang sedang tenang
pantai yang terlihat damai

Minggu, 17 November 2013

Puisi - Puisi Galau

Sebenernya lebih mirip kumpulan kata - kata dibanding dengan kumpulan puisi. Soalnya puisi ada bentuknya, kata-katanya tersusun rapi dan memiliki makna didalamnya.. Tapi ya sudahlah, tinggal kita sendiri yang kan menilai masuk dalam puisi atau kata - kata..


Juli tlah datang
Angin kemarau mulai berbendang
Juni tlah pulang
Deras hujan mulai menghilang

Senja baru saja tiba
Menutup hari yang lama
Jingga diufuk barat
Merona indah menghias langit

Berdiri dihempas udara kering
Pikirku melayang, entah kemana
Terdiam dalam sepi
Menjemput malam fana


Aku masih saja berdiri
Terdiam dalam bahasa sepi
Aku yang tak berani
Melangkah menjemput cinta dan mimpi
Aku yang termangu
Dalam kalbu yang sendu
Aku hanya diam membisu
Menatap gambar lautan yang biru
7113, diujung senja



Layang - layang terbawa angin kering
Layang - layang mengalun pelan
Kesana kemari tak mempunyai tujuan
Kekanan kekiri terbawa angin

Hampir air mataku terjatuh
Bila tak segera ditahan sejuta logika
Ingin rasanya mengiba
Pada hati yang tlah jenuh

Berharap malam datang
Dan aku bercerita padanya
Beranjaklah matahari pada senja
Aku lelah pada masa sekarang

Layang - layang terbang pelan
Terlintas bayangmu bersamanya
Angin barat bertiup pelan
Membawamu semakin menjauh
19713, sore yang panas






Entah kenapa hujan turun
Entah kenapa langit menangis
Seirama hatiku yang perih teriris
Seirama jiwaku yang makin meronta

Langit Agustus terlihat mendung
Tak perlu lama tuk menuruntkan rintiknya
Kata yang tak juga terkata
Semakin meronta dalam bayang

Apa yang kunanti
Apa yang kucari
Terasa makin menjauh
Terasa makin terarah
15813, hujan akhir agustus



Diujung oktober aku berdiri
Diujung kemarau yang menyisakan terik panas
Diawal november aku bertahan lagi
Diawal penghujan yang membawa angin deras

Dia belum kembali
Dari segala gelisah hati
Dia belum kemari
Dari semua gundah hati

Aku masih menunggu
Dengan segenap rasa
Aku tetap menantimu
Dengan seluruh jiwa raga

Entah sampai kapan ku menunggu
Hanya berharap ini hanya mimpi
Entah kapan aku lelah menanti
Hanya berharap ini lagu sendu
271013, menantimu



Aku kehilangan ketika ia pergi
Aku tersesat ketika ia tak disamping
Aku hampir menangis saat mengenang
Aku merasa gundah dibuatnya

Tak tahu apa ia kembali
Tak yakin apa ia pulang


Aku menanti diujung bimbang
Aku menunggu hal yang tak pasti

Entah sampai kapan ku bertahan
Pada rasa seperti ini
Ingin ku menyerah pada keadaan
Tinggalkan sebongkah hati
161113, malam sepi

Jumat, 15 November 2013

Yang Susah Memulai atau Menjalankannya ????

"nih ada duit buat modal usaha kecil - kecilan sana???"
Pertanyaan ini muncul tadi pagi ketika sarapan,, langsung deh otakku berjalan, langsung pikir - pikir mau usaha apa. Ngomongin usaha, sebenernya itu susah tapi gampang, susah kalau ngak punya modal, belum bisa nentuin mau usaha apaan dan gampang kalu udah ada modal yang besar, usaha yang sudah menjamin keuntungannya sekian persen. Kalo dari awalnya udah susah gimana kalo udah berjalan nanti,, jangan - jangan bukannya untung tapi malah rugi,, 

Dikutip dari tetangga sebelah nih, yang mau buka usaha baru mari kita belajar bersama - sama..



Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.  (Sumber: The Washington Post/Slate Magazine)

Minggu, 10 November 2013

Fatin, Dia Dia Dia



Siapa sih yang ngak kenal sama gadis remaja ini, setelah berhasil memangkan ajang pencarian bakat namanya melambung tinggi di dunia musik Indonesia. Sebenernya ngak ngikutin juga jejak si gadis beruntung ini hingga detailnya sih, hanya info - info dasarnya aja yang kutahu. Masih terjadi peperangan didunia maya (bahasanya, ckckck)  yang mempeributkan masih pantaskan gadis ini menjadi pemenang atau hanya sekedar keberuntungan belaka. Tapi nyatanya waktulah yang membuktikan semuanya, lagu nya yang dulu pertama (Aku Memilih Setia) cukup laris manis dipasaran, hampir tiap hari terdengar disudut - sudut kota, ruang perkantoran, atau sekedar hp anak sekolah.
Sekarang dia mencoba lagi tuk menelurkan lagu barunya,,, yang penasaran langsung saja dilihat dari unduhan SME di you tube  ( SINGLE TERBARU FATIN, DIA DIA, DIA )

Kalo liriknya,,

Dia Dia Dia ( Fatin )

selalu kupikir bahwa aku tegar
aku tak pernah menyangka kan begini
dan saat engkau tak di sisiku lagi
baru kurasakan arti kehilangan

Reff#1:
ingin kubicara, hasrat mengungkapkan
masih pantaskah ku bersamamu
tuk lalui hitam putih hidup ini

saat engkau pergi, tak kau bawa hati
dan tak ada lagi yang tersisa …
dia … dia … dia … tlah mencuri hatiku …

dan saat hari dimana kau tinggalkanku
kupikir semuanya kan baik-baik saja
dan kini baru kusadari semua
dia … dia … dia … tlah mencuri hatiku …

Reff#1:
ingin kubicara, hasrat mengungkapkan
masih pantaskah ku bersamamu
tuk lalui hitam putih hidup ini

saat engkau pergi, tak kau bawa hati
dan tak ada lagi yang tersisa …
dia … dia … dia … tlah mencuri hatiku …

Reff #2:
ingin kubicara ….
tuk lalui hitam putih hidup ini …
saat engkau pergi, tak kau bawa hati
dan tak ada lagi yang tersisa …

<backvokal (Fatin)>
ingin kubicara, hasrat mengungkapkan
masih pantaskah ku bersamamu (bersamamu)
tuk lalui hitam putih hidup ini (hitam putih, hidup ini)

saat engkau pergi, tak kau bawa hati
dan tak ada lagi yang tersisa …
dia … dia … dia … tlah mencuri hatiku …
dia … dia … dia … tlah mencuri ha..tiku …
tlah mencuri ha..ti..ku …
Ooooh… ehmmm

Baru kali ini, aku nulis tentang musik,, hal yang terkadang tersembunyi tapi memiliki sebuah arti yang besar..

Rabu, 06 November 2013

Seorang Paman Perkosa (Bayi) Ponakannya

Tadi siang baca koran Satelit Banyumas, berita yang bikin geger orang sekantor ya itu tadi, sesuai judul postingan, Seorang Paman yang tega memperkosa ponakannya yang masih Balita, umur 9 bulan.. Kalo ngak salah kejadian di Jakarta, masih dalam seminggu ini. Awalnya sang korban menderita panas dan dibawa kerumah sakit, kemudian meninggal.  . Pas dicek sama pihak rumah sakit ternyata ada bekas penganiyaan disekitar bagian sensitivnya dan penyebab panas dan kematiannya gara - gara terinveksi bakteri yang tertular oleh alat kelamin sang paman. Setelah diusut lebih tuntas ternyata ketahuan si bayi tersebut terakhir kali bersama dengan sang paman. Nah, dari alat kelamin si paman juga ditemukan bakteri yang sama, akhirnya juga sang paman mengakui perbuatannya itu..
Sampai sekarang aku masih kepikiran dimana sih otak dan hati si orang tersebut, tega - teganya berbuat bejat pada ponakannya sendiri. Yang lebih parahnya sang korban masih bayi, (gila,,, bayi digituin?????)


Sepertinya kita memang sedang kembali dalam peradaban jahiliyah,, kok rasanya moral manusia sekarang semakin menipis. Ratusan kejahatan timbul dari semua ini, coba kita lihat saja di negeri tercinta ini, dari korupsi, penipuan, kejahatan, penganiyaan, pelecehan,, dan yang lain yang tak bisa disebut. Kadang berpikir sendiri, gimana caranya untuk mengurangi kejadian ini. Jangan sampai seperti yang dialami oleh kaum yang terdahulu, dimana mereka kehilangan moral maka datanglah suatu siksaan yang luar biasa oleh Sang Pencipta. 

Mari kita bertanya pada diri sendiri, seberapa tebal moral kita, seberapa sudah berlaku sopan kita pada orang tua, seberapa kita menghormati para perempuan, orang yang lebih tua,, Setidaknya kita mulai dari diri kita sendiri, dan orang - orang terdekat kita terlebih dahulu..

Minggu, 03 November 2013

UNGU VIOLET (PUISI LAMA)




Dalam kesendirian, kian lama kurasakan kebenaran sebuah ungkapan lama.
Betapa nilai seseorang sangat terasa, justru ketika dia tiada. 
Dan ketiadaanmu memberi petunjuk yang amat nyata.
Betapa rapuh jiwaku dalam kesendirian.
Dan betapa utuh dalam kebersamaan denganmu.
Hanya ada satu kata yang mampu mengungkap semuanya, yaitu cinta.
 Kurasa sudah tiba saatnya aku bercerita
Kenapa dengan cinta itu, aku justru menjauh darimu.

….
Maaf kalau semua tidak berjalan seperti yang kita mau.
Kadang kita berharap Tuhan akan menunjuk jalan kita dan membuka sedikit tabir rahasia-Nya. Seperti matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat.
Atau seperti waktu yang tak pernah berhenti.
Perasaanku akan selalu dekat denganmu.
Sepi bicara, betapa sempitnya waktu.
Betapa terasa besarnya cinta.
Jikapun aku percaya ada hidup setelah mati, kita tidak akan pernah bertemu lagi.


Kita selalu mencoba tuk menghargai hidup agar lebih berarti.
Meskipun kecil, tapi embun pertanda datangnya musim semi.
Suara burung atau bunyi yang indah bukan pilihan
Keduanya akan selalu ingin kita nikmati.


Jika aku harus memilih, aku tidak akan memilih
Karena angin akan selalu membawa legenda cerita kita
yang selalu berakhir bahagia.
Hanya waktu yang bisa merenggutmu dari aku.